RADARSEMARANG.ID, Semarang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan cuaca di Jawa Tengah diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Karena itu masyarakat Jawa Tengah diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam sepekan ke depan.
Potensi cuaca ekstrem ini bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah menjelaskan cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Jateng kemarin disebabkan karena adanya bibit siklon di Samudera Hindia dan perairan Australia.
Sehingga pertumbuhan awan hujan meningkat dan berimbas terjadinya cuaca ekstrem di Jateng.
“Berdasarkan data per hari ini, untuk tujuh hari kedepan masih berpotensi terjadi hujan intensitas hingga lebat, terutama pada 3 hari pertama, pada hari ke 4 - 7 diprediksi trend intensitas hujan cenderung menurun," kata Icky saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, wilayah yang perlu lebih waspada terhadap potensi hujan lebat yakni kawasan Jawa Tengah bagian utara serta wilayah tengah.
“Potensi hujan lebat dapat terjadi terutama di wilayah Jateng bagian Utara (Pantura barat - timur) serta Jateng bagian Tengah," ungkapnya.
Selain hujan, potensi angin kencang juga terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia, termasuk adanya beberapa bibit siklon di kawasan perairan sekitar.
“Angin Kencang yang terjadi kemarin salah satunya disebabkan terpantau adanya bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah, bibit Siklon Tropis 93S di Perairan Barat Australia, dan bibit siklon 92P di Teluk Carpentaria yang menyebabkan terbentuknya belokan dan pertemuan angin yang mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan - awan hujan di wilayah Jawa Tengah," jelasnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bibit siklon tersebut tidak terjadi di Jawa Tengah, melainkan hanya memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah ini.
Pihaknya pun mengingatkan hujan lebat di Jateng berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang. Karena itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini agar dapat mengantisipasi potensi risiko yang mungkin terjadi.
“Tetap waspada potensi cuaca ekstrem beserta dampaknya terutama banjir, longsor dan angin kencang, mengupdate informasi cuaca dari sumber yang terpercaya, ikuti arahan pemerintah setempat apabila terjadi bencana dengan tenang. Perkuat konstruksi atap rumah apabila terlihat sudah lemah. tunda berpergian ketika terjadi/ada peringatan dini cuaca ekstrem," tegasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi