Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ternyata Begini Awal Mula Muncul Wacana 7 Kabupaten dan Kota yang Akan Hengkang dari Jawa Tengah

Deka Yusuf Afandi • Senin, 20 Januari 2025 | 18:32 WIB

 

Wacana pemerakan wilayah Provinsi Daerah Istimewa Surakarta
Wacana pemerakan wilayah Provinsi Daerah Istimewa Surakarta


RADARSEMARANG.ID – Muncul wacana jika Solo, Boyolali hingga Wonogiri akan hengkang dari Provinsi Jawa Tengah dan akan membentuk Provinsi baru yang masih diusulkan.

Nama Provinsi yang baru ini pun muncul yakni Provinsi Daerah Istimewa Surakarta yang rencananya akan terdapat beberapa Kota maupun Kabupaten yang akan bergabung.

Hal ini berdasarkan sejarah Daerah Istimewa Surakarta yang merupakan daerah otonomi khusus yang secara de facto pernah ada diantara Agustus 1945 hingga Juli 1946.

Penetapan status otonomi khusus ini dalam kurun waktu tersebut tidak pernah ditetapkan dengan sebuah Undang-undang tersendiri berdasarkan pasal 18 UUD yang asli

Tetapi hanya dengan Piagam Penetapan Presiden tanggal 19 Agustus 1945 dan UU No 1 Tahun 1945 tentang Kedudukan Komite Nasional Daerah.

Ketika itu, Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran pada 18-19 Agustus mengirimkan kawat ucapan selamat kepada Sukarno-Hatta atas kemerdekaan Indonesia.

Lalu, pada 1 September 1945, empat hari sebelum Yogyakarta, SISKS Pakubuwana XII dan KGPAA Mangkunagara VIII, secara terpisah mengeluarkan dekret resmi kerajaan.

Lima hari kemudian, 6 September 1945, kedua monarki mendapat Piagam Penetapan dari Presiden Indonesia.

Berikut 7 kabupaten dan kota yang wacananya akan hengkang dari Jawa Tengah dan bergabung dengan calon Provinsi Daerah Istimewa Surakarta:

1. Kabupaten Karanganyar

2. Kabupaten Sukoharjo

3. Kabupaten Klaten

4. Kabupaten Wonogiri

5. Kabupaten Boyolali

6. Kabupaten Sragen

7. Kota Solo

Tentu dengan wacana pembentukan Provinsi Daerah Istimewa Surakarta (DIS) menjadi perbincangan hangat Masyarakat setempat dan menjadi trending topik karena pemekaran ini melibatkan tujuh daerah di Jawa Tengah.

Tujuannya tentu dengan adanya pemekaran wilayah akan menjadi Provinsi yang lebih mandiri dengan daya tarik tersendiri. Sehingga memunculkan stabilitas ekonomi yang cukup baik.

Tak hanya itu, proyeksi pemekaran sendiri akan mencakup luasan area mencapai 5.750 km persegi jika hal ini terwujud.

Namun perlu diingat pemekaran ini tentu harus dipikirkan matang-matang karena menyangkut kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia serta dampat ekonomi politik.

Berikut rincian lengkap mengenai potensi masing-masing wilayah yang akan bergabung.

Daftar Kabupaten dan Kota yang Akan Bergabung

1. Kabupaten Boyolali

Kabupaten Boyolali memiliki luas wilayah 1.095 km² dengan populasi sekitar 1.090.100 jiwa (2023). Daerah ini terkenal sebagai pusat produksi susu sapi dan hortikultura.

Boyolali juga memiliki potensi pariwisata, seperti kawasan wisata Selo yang menawarkan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu.

2. Kabupaten Klaten

Kabupaten Klaten, dengan luas wilayah 698,27 km² dan jumlah penduduk 1.284.400 jiwa, dikenal dengan kekayaan situs budaya dan sejarahnya.

Candi Prambanan dan Umbul Ponggok menjadi daya tarik utama pariwisata. Potensi ini dapat semakin berkembang dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

3. Kabupaten Sragen

Kabupaten Sragen memiliki luas 994,57 km² dan populasi sekitar 1.284.400 jiwa. Sragen dikenal dengan Museum Manusia Purba Sangiran.

Yang menjadi situs warisan dunia UNESCO. Selain itu, sektor pertanian dan kerajinan batik juga menjadi andalan ekonomi Sragen.

4. Kabupaten Sukoharjo

Dengan luas wilayah 493,53 km² dan populasi 932.700 jiwa, Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi besar di sektor industri, terutama tekstil dan kerajinan tangan.

Sukoharjo juga dikenal dengan kawasan wisata kuliner tradisional yang menarik perhatian wisatawan.

5. Kabupaten Wonogiri

Kabupaten Wonogiri memiliki luas wilayah 1.905,74 km² dan populasi 1.051.100 jiwa. Daerah ini dikenal sebagai pusat perikanan air tawar, khususnya di Waduk Gajah Mungkur.

Potensi pariwisata alamnya, seperti Pantai Nampu, juga menjanjikan peningkatan kunjungan wisatawan.

6. Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, dengan luas 803,05 km² dan jumlah penduduk 955.100 jiwa, menawarkan potensi besar di sektor pariwisata.

Tawangmangu dan Candi Sukuh adalah destinasi populer yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi andalan ekonomi daerah ini.

7. Kota Surakarta

Kota Surakarta atau Solo memiliki luas 46,72 km² dengan populasi sekitar 526.900 jiwa.

Sebagai pusat budaya Jawa, Solo memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata budaya, dan perdagangan.

Pasar Klewer dan Keraton Surakarta adalah ikon penting yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu, pemekaran ini juga memberikan Jawa Tengah kesempatan untuk lebih fokus pada pemerataan pembangunan di wilayah yang tersisa.

Jika direalisasikan, pembentukan Provinsi Daerah Istimewa Surakarta akan menjadi tonggak penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, budaya, dan pariwisata di Indonesia. (dka/bas)

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Kabupaten Wonogiri #pemekaran jawa tengah #Provinsi Daerah Istimewa Surakarta #Kabupaten Klaten #Pemekaran Wilayah #kota solo #Kabupaten Boyolali #kabupaten karanganyar #Pemekaran #kabupaten sukoharjo #JAWA TENGAH #kabupaten sragen