Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terealisasi, Kementan Distribusikan 10 Ribu Pompa Pertanian di Jateng 

Muhammad Hariyanto • Selasa, 23 April 2024 | 22:53 WIB
Sebanyak 10 ribu pompa pertanian untuk para petani di Jawa Tengah mulai didistribusikan dan diserahkan di Markas Kodam IV/Diponegoro, Selasa (23/4/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebanyak 10 ribu pompa pertanian untuk para petani di Jawa Tengah mulai didistribusikan dan diserahkan di Markas Kodam IV/Diponegoro, Selasa (23/4/2024). (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kementerian (Kementan) RI merealisasikan bantuan peralatan untuk pertanian di Jawa Tengah.

Sebanyak 10 ribu pompa pertanian untuk para petani di Jawa Tengah mulai didistribusikan dan diserahkan di Markas Kodam IV/Diponegoro, Selasa (23/4/2024). 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan tersebut dari Presiden Joko Widodo sebagai bentuk perhatian kepada para petani di Jawa Tengah. Peralatan yang diserahkan berupa pompa, traktor, termasuk juga pupuk. 

"Bantuan langsung kami kirimkan 100 persen kurang lebih Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar dan itu di bawah kendali Bapak Gubernur nanti, Pak Pangdam, Pak Kapolda, dan Pak Kajati di bawah pemantauan beliau, pengawasan beliau," ungkapnya saat penyerahan pompa di Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Selasa (23/4/2024). 

Ada sebanyak 10 ribu pompa yang direalisasikan dalam bantuan pertanian di Jawa Tengah. Pompa-pompa itu disebut akan bermanfaat bagi lahan tadah hujan agar bisa menanam tiga kali selama satu tahun. Dia berharap pemberian pompa itu bisa menambah hasil panen petani. 

"Insya Allah pompa ini targetnya adalah menghasilkan beras minimum tambahan 1,2 juta ton bisa jadi sampai 1,5 juta ton. Kalau Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat menghasilkan masing-masing 1,5 juta ton," jelasnya. 

Tujuan dengan bantuan ini, Indonesia tidak akan lagi mengimpor beras dari negara tetangga. Harapannya, tiga tahun ke depan Indonesia sudah menjadi negara swasembada beras. 

"Artinya apa? Impor yang kita lakukan 3 sampai 4 juta ton selesai. Provinsi lainnya nanti itu produksinya untuk cadangan, dalam waktu dekat paling lambat 3 tahun kita swasembada lagi kenapa? Karena dulu kita pernah swasembada 3 kali yaitu 2017, 2019, 2020 atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia," pungkasnya. 

Terlihat Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Wakapolda Jateng Brigjen Agus Suryonugroho hadir dalam penyerahan.

Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan siap mengawal agar bantuan tepat sasaran. 

"Nanti Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan sosialisasi. Agar apa yang menjadi program pemerintah pusat, tersampaikan dengan baik," tegasnya. 

Baca Juga: Golkar Siapkan 2 Nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Kendal 2024

"Sekarang tinggal tanggung jawab kami yang ada di wilayah bagaimana yang disampaikan tadi Pak Mentan tepat sasaran sehingga sosialisasi nanti yang akan disampaikan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas yang ada di lapangan. Itu adalah tanggung jawab kami untuk menjembatani apa yang menjadi prioritas dari Pemerintah Pusat," imbuhnya. 

Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana juga mengatakan akan mengawasi penggunaan alat pertanian itu.

Selain itu, pihaknya akan membimbing petani menghasilkan yang terbaik. Menurutnya, bantuan ini menjadi solusi yang dibutuhkan petani. 

"Alat pertanian ini akan kami gunakan dengan baik. Akan kami bagi ke 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, akan dibagi sesuai kondisi daerah. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional. Dengan bantuan ini, Insya Allah beras 1,2 hingga 1,5 juta ton bisa terwujud," harapnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#andi amran sulaiman #bantuan peralatan pertanian #Menteri Pertanian #Kodam IV/Diponegoro #Kementan