RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Siapa sangka, usaha ayam ungkep yang bermula dari dapur rumah kini menjelma menjadi UMKM nasional berbasis pemberdayaan sosial. Adalah UMMU AYYA, usaha pangan sehat asal Silumbu Tengeng Wetan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang dirintis oleh Tatiek Indah Purwanti Handayani, perempuan tangguh yang memadukan bisnis, kepedulian sosial, dan nilai kebermanfaatan.
Berawal dari kegelisahan pribadi sebagai tenaga kesehatan, Tatiek ingin menghadirkan makanan sehat untuk keluarga tanpa tambahan monosodium glutamate (MSG) dan bahan kimia berbahaya. Kesibukan bekerja membuatnya membutuhkan solusi praktis penyediaan makanan yang siap olah, higienis, dan bergizi, maka lahirlah ide produksi ayam dan bebek ungkep frozen.
Baca Juga: Horor yang Bikin Haru, Film 'Alas Roban' Bikin Penonton Pekalongan Kaget
“Awalnya hanya untuk keluarga. Tapi karena sering masak, tetangga dan teman mulai mencoba, lalu ketagihan,” kenangnya.
Nama Ummu Ayya, yang berarti Ibunya Ayya, diambil dari panggilan Tatiek sebagai seorang ibu. Sejak resmi berdiri pada November 2016, usaha ini berkembang perlahan namun konsisten.
Produksi yang semula hanya dilakukan di dapur rumah, kini telah memiliki rumah produksi sendiri dan mempekerjakan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Baca Juga: Rakorwasda Pemkot Pekalongan Digeber, Balgis Tegaskan Cegah Penyimpangan Sejak Dini
Keunggulan utama Ummu Ayya terletak pada komitmen untuk memproduksi makanan sehat tanpa 5P kimia: pengawet, pewarna, pemanis, pengental, dan perasa buatan (MSG). Meski tanpa bahan tambahan kimia, produk Ummu Ayya tetap memiliki cita rasa gurih alami dan dapat disimpan hingga 6 bulan dalam kondisi frozen.
Semua produk telah mengantongi izin edar BPOM, sertifikat halal, dan dipastikan aman, sehat, halal, dan thoyyib. Formulasi bergizi ini secara tidak langsung juga turut mendukung program pemerintah dalam penanganan stunting anak, terutama di wilayah pesisir dan pedesaan.
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Tata Ulang Data Disabilitas, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Tak sekadar soal produk, Ummu Ayya berkembang menjadi usaha pemberdayaan berbasis kemanusiaan. Hingga kini, Ummu Ayya aktif dalam, pemberdayaan lebih dari 100 kaum difabel yang tersebar di Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang.
Di balik dapur produksinya, berdiri enam perempuan tangguh, yang sebelumnya merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Kini, mereka bukan lagi penerima bantuan, melainkan pelaku ekonomi produktif dan penggerak perubahan di lingkungannya.
“Bagi kami, usaha ini bukan sekadar jualan. Ini tentang membuka kesempatan dan mengangkat martabat,” tegas Tatiek.
Perjalanan Ummu Ayya mengalami lompatan besar sejak bergabung sebagai UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal pada 2022.
Proses kurasi yang ketat menuntut perubahan mendasar, mulai dari digitalisasi pemasaran, pembukuan yang tertib, standar produksi, hingga rebranding kemasan.
Baca Juga: Contributor Fund Shutterstock, Foto Tak Laku Tetap Dibayar
“Tadinya saya jualan biasa saja, kayak penjual kampung. Setelah dibina BI, pola pikir saya berubah total,” ujarnya.
Pada 2024, Ummu Ayya lolos proses onboarding BI, menjadi salah satu dari 4 UMKM terpilih dari 25 peserta. Dari situ, pemasaran berkembang pesat, tidak hanya offline melalui bazar, tetapi juga online dengan jangkauan nasional.
Kini, Ummu Ayya memiliki sekitar 70 agen dan reseller yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Pekalongan, Batang, Pemalang, Brebes, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Permintaan terus meningkat, terutama saat Ramadan dan menjelang Lebaran, di mana penjualan bisa mencapai ribuan ekor per periode, termasuk pesanan khusus untuk hampers Lebaran.
Dalam kondisi normal, Ummu Ayya mampu menjual sekitar 35 paket per hari, dengan tren omzet yang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun.
Kiprah Ummu Ayya diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Juara 1 BRIncubator Local 2023, Juara 3 Wanita Pengusaha Berprestasi IWAPI Jawa Tengah, UMKM Champion Harvesting Gernas GGI–GGBI Jateng kategori Makanan Olahan, UMKM Terbaik Program Rebranding dan Packaging BRI 2025 dan Juara 3 Halal Chef Bank Indonesia Tegal kategori Profesional (Karesidenan Pekalongan)
Baca Juga: Apa Itu Data Licensing Shutterstock? Foto Gagal Kurasi Tetap Cuan
Pada Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Tegal 2025 yang digelar BI KPw Tegal di Kota Pekalongan, Ummu Ayya menjadi salah satu UMKM yang mendapat perhatian khusus dan dikunjungi langsung oleh Ustaz Maulana, sebuah momen yang memberi dorongan moral luar biasa bagi tim.
Tak berhenti pada kesuksesan pribadi, Ummu Ayya aktif menjadi mentor di Rumah BUMN dan lembaga sosial, berbagi pengalaman, ilmu, dan semangat kepada pelaku UMKM lain. Tujuannya jelas, membangun ekosistem UMKM yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing.
Ke depan, Tatiek berharap dukungan pembinaan dari BI dan stakeholder terus berlanjut, terutama untuk ekspansi pasar luar Pulau Jawa, pengembangan produk baru, serta penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih luas.
“AYAM UNGKEP UMMU AYYA bukan sekadar bisnis. Ini adalah legacy sosial. Bukti bahwa berbisnis dengan nilai dan keberpihakan akan menuai kebermanfaatan panjang,” pungkasnya.(han)
Editor : Baskoro Septiadi