RADARSERAMANG.ID, Pekalongan – Suasana tenang di gerbong eksekutif Kereta Api Brawijaya di Stasiun Pekalongan pada Minggu malam, 28 September 2025 lalu mendadak berubah tegang.
Seorang penumpang perempuan berteriak histeris, “Copet! Copet!” setelah tasnya yang berisi barang berharga ditarik paksa dan dibawa kabur oleh orang tak dikenal.
Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, aksi pencurian nekat terjadi di Kereta Api Brawijaya jurusan Jakarta–Malang saat berhenti di Stasiun Pekalongan, Minggu malam (28/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB lalu.
Dua pria menyamar sebagai penumpang dan mencuri tas milik seorang perempuan di gerbong eksekutif,” ucap Kasat Reskrim, pada Minggu (2/11/2025).
Dalam kondisi panik, korban segera melapor kepada kondektur dan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) yang datang ke lokasi.
Petugas kemudian membawa korban ke ruang keamanan stasiun untuk membuat laporan awal, sebelum diteruskan ke SPKT Polres Pekalongan Kota.
Petugas keamanan Stasiun Pekalongan, Andre Pratama, dan pegawai PT KAI, Mohammad Azky Fahrur, turut mendampingi korban.
Dari laporan, Korban Adalah Agni Putri Harmita (36), karyawan swasta asal Kota Malang. Yang berniat pulang ke Malang. Kejadian pencurian, data baru saja duduk bersama suaminya di gerbong eksekutif nomor 7. Korban duduk bersama suaminya di kursi nomor 13, gerbong paling belakang.
Saat kereta mulai bergerak perlahan meninggalkan Stasiun Pekalongan, pelaku yang berdiri di dekat pintu belakang langsung menarik tas korban dengan cepat. Korban yang berusaha mempertahankan tasnya ikut terseret dan terjatuh ke lantai gerbong. Korban reflek berteriak ‘copet! copet!’.
Tapi pelaku sudah berhasil ambil tas, dan meloncat keluar dari sisi kiri kereta ke arah rel, disusul rekannya yang berjaga di luar gerbong untuk membantu kabur.
Beberapa penumpang yang mendengar teriakan sempat melihat seorang pria berlari ke arah Jalan Slamet, Bendan, Pekalongan Barat, namun keduanya menghilang diantara gelapnya malam.
Atas kejadian tersebut, korban kehilangan tas berisi dua ponsel mewah, perhiasan, kartu identitas, serta uang tunai, dengan total kerugian mencapai Rp32.229.000.
Kasat reskrim mengungkapkan, dari hasil rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi kunci pengungkapan kasus ini. Kedua pelaku masuk ke gerbong eksekutif nomor 7 tanpa tiket dan berpura-pura sebagai penumpang biasa.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah mengincar korban sejak di peron stasiun. Mereka memilih korban karena terlihat membawa tas berukuran besar dan duduk di bagian belakang gerbong.
Baca Juga: Enam Atlet IODI Pekalongan Lolos Porprov Jateng, Nova Borong 3 Emas
Dari hasil penyelidikan, didapati kedua pelaku berinisial S alias Suwing (40), warga Kelurahan Tirto, dan AR alias Gepeng (41), warga Kelurahan Panjangbaru, Kota Pekalongan. “Pelaku diketahui berasal dari Pekalongan. Kami tangkap pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di rumah masing-masing. Saat diamankan, mereka tidak melawan,” ungkapnya.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, 1 unit Samsung Galaxy Z Flip7 dan Samsung A51 milik korban, Cincin berlian, kartu ATM dan identitas pribadi atas nama Agni Putri Harmita, Kemeja hitam dan celana krem yang digunakan pelaku saat beraksi serta topi bertuliskan “Thuglife” yang terekam di CCTV.
Kedua pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Pekalongan Kota dan dijerat Pasal 362 dan 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
AKP Setiyanto menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan PT KAI untuk memperketat keamanan di area stasiun dan di dalam gerbong. “Kami juga imbau masyarakat agar selalu waspada terhadap orang asing di sekitar. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke Call Center Polri 110,” ujarnya.(han)
Editor : Baskoro Septiadi