RADARSEMARANG.ID — Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya, memaparkan hasil pemantauan hilal untuk menentukan tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah (H).
Dia mengatakan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu (28/5).
Hal itu disampaikan Cecep dalam Seminar Nasional Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah di auditorium HM Rasjidi, kantor Kemenag.
Ia mengatakan di NKRI ada yang memenuhi kriteria MABIMS atau penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
“Tanggal 1 Zulhijah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, sehingga 10 Zulhijah atau Iduladha bertepatan dengan hari Jumat, 6 Juni 2025,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Menag menyatakan bahwa hilal terlihat di Aceh oleh petugas bernama Nabil.
Petugas tersebut telah disumpah oleh pihak berwenang terkait pemantauan Hilal.
“Semoga keputusan ini memungkinkan seluruh Umat Islam di Indonesia merayakan Iduladha secara bersama-sama,” kata Nasarudin.
Menag berharap seluruh umat Islam di Indonesia bisa merayakan Idul adha bersama-sama.
Namun jika di kemudian hari muncul perbedaan, ia meminta untuk menyelesaikannya secara bersama-sama pula.
Puasa Zulhijah adalah ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah, bulan terakhir dalam kalender Hijriyah.
Ibadah ini sangat dianjurkan dalam ajaran Islam karena memiliki keutamaan luar biasa.
Khususnya pada tanggal 8 Zulhijjah (Tarwiyah) dan 9 Zulhijjah (Arafah), umat Islam sangat dianjurkan untuk berpuasa guna memperoleh pahala besar.
Jadwal Puasa Zulhijah 2025
Berdasarkan kalender Hijriyah 1446 H, berikut adalah jadwal puasa Zulhijah tahun 2025:
11–7 Zulhijah: Puasa sunnah biasa (Senin, 26 Mei – Selasa, 3 Juni 2025)
28 Zulhijah / Puasa Tarwiyah: Rabu, 4 Juni 2025
39 Zulhijah / Puasa Arafah: Kamis, 5 Juni 2025
410 Zulhijah: Jumat, 6 Juni 2025 (Idul Adha – tidak boleh berpuasa)
Niat Puasa Zulhijah
1. Niat Puasa Sunnah Zulhijjah (1–7 Zulhijjah)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijjah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Zulhijjah)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Puasa Arafah (9 Zulhijjah)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Catatan: Niat puasa sunnah boleh dilakukan hingga sebelum waktu Dzuhur jika belum makan atau melakukan hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Zulhijah
Berikut adalah 5 keutamaan puasa Zulhijah yang patut diketahui:
1. Dilipatgandakan Pahala
Amalan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah sangat dicintai oleh Allah SWT dan pahalanya berlipat ganda.
2. Penghapus Dosa
Puasa Arafah pada 9 Zulhijah menghapus dosa tahun sebelumnya dan sesudahnya (HR. Muslim).
3. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan amalan-amalan pada 10 hari Zulhijah, termasuk puasa.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Berpuasa merupakan bentuk ketaatan dan wujud ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT.
5. Persiapan Menyambut Idul Adha
Menjalankan puasa Zulhijah menumbuhkan semangat spiritual menjelang Hari Raya Qurban.
Tips Menjalankan Puasa Zulhijah
1 Niatkan puasa dengan ikhlas hanya karena Allah SWT.
2 Perbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an selama 10 hari pertama Zulhijjah.
3 Jaga kesehatan dan asupan nutrisi agar kuat menjalankan puasa.
4 Ajak keluarga dan kerabat untuk bersama-sama menghidupkan bulan penuh berkah ini.
Puasa Zulhijjah adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala besar.
Jadikan 10 hari pertama bulan Zulhijjah sebagai momentum memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa, berzikir, dan beramal shaleh.
Jangan lewatkan puasa Tarwiyah dan Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi