Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dan Harmon dan Heather Anne Campbell Siap Hidupkan Humor One Punch Man pada 2026

Tasropi • Jumat, 30 Mei 2025 | 22:18 WIB
Live-Action One Punch Man pada 2026
Live-Action One Punch Man pada 2026

RADARSEMARANG.ID, Film live-action One Punch Man yang akan tayang pada 2026 baru saja mendapat dorongan humor yang kuat.

Sony Pictures menunjuk Dan Harmon, co-creator Rick and Morty, dan penulis Heather Anne Campbell untuk menulis ulang naskah, menandakan komitmen untuk menangkap humor pedas dan sindiran khas seri ini.

Berdasarkan webcomic karya ONE dan manga laris karya Yusuke Murata, One Punch Man mengisahkan Saitama, pahlawan yang begitu kuat hingga mengalahkan musuh dengan satu pukulan, membuatnya bosan dan mencari tujuan.

Seri ini dikenal karena mengolok-olok trope pahlawan super sambil menghadirkan pertarungan epik, dan keterlibatan Harmon serta Campbell sangat cocok.

Karya mereka di komedi absurd namun penuh hati seperti Community dan The Eric Andre Show menunjukkan mereka akan berhasil menangkap humor datar Saitama dan nada unik cerita ini.

Awalnya ditulis oleh Scott Rosenberg dan Jeff Pinkner, proyek ini telah berkembang dengan masukan dari produser Justin Lin, yang pengalaman di Fast & Furious akan memastikan aksi mendebarkan.

Meski plot masih dirahasiakan, penggemar mengharapkan cerita yang berakar pada arc awal manga, memperkenalkan Saitama, Genos, dan Asosiasi Pahlawan.

Dengan dukungan Sony dan tim Arad Productions (X-Men), film ini bertujuan menjadi pembuka waralaba.

Seiring produksi meningkat, penggemar menantikan apakah Harmon dan Campbell bisa menyeimbangkan humor dan hati tanpa jatuh ke jebakan adaptasi anime sebelumnya.

Bisakah Film Live-Action One Punch Man Menghindari Kutukan Adaptasi Anime?

Rekam jejak Hollywood dalam adaptasi anime tidak selalu mulus—pikirkan Dragon Ball Evolution atau Ghost in the Shell.

Jadi, ketika Sony Pictures mengumumkan film live-action One Punch Man untuk 2026, penggemar merasa antusias sekaligus waspada.

Bisakah kisah Saitama, pahlawan yang mengalahkan musuh dengan satu pukulan, mematahkan kutukan adaptasi anime ke live-action?

One Punch Man, yang lahir dari webcomic ONE pada 2009 dan ditingkatkan oleh manga Yusuke Murata, adalah hit global dengan lebih dari 30 juta kopi terjual.

Perpaduan humor satir, kebosanan eksistensial, dan adegan pertarungan yang memukau menjadikannya tantangan unik untuk diadaptasi.

Keberhasilan film ini bergantung pada kemampuan menerjemahkan seni manga yang penuh warna dan animasi yang mengalir ke dalam live-action tanpa kehilangan pesonanya.

Sony telah mengumpulkan tim kuat untuk menghadapi tantangan ini. Penulis Dan Harmon dan Heather Anne Campbell (Rick and Morty) sedang menulis ulang naskah, menjanjikan untuk mempertahankan nada sindiran seri ini.

Produser Justin Lin, veteran Fast & Furious, membawa keahlian aksi untuk menghidupkan pertarungan seperti Saitama melawan Boros.

Namun, tantangan tetap ada: memilih pemeran untuk memerankan persona Saitama yang sederhana namun tak terkalahkan, merancang tampilan cyborg Genos, dan menciptakan monster CGI yang meyakinkan bukanlah tugas mudah.

Dengan rilis pada 2026 dan musim ketiga anime tayang pada Oktober 2025, antusiasme sedang tinggi.

Penggemar berharap Sony, dengan pengalaman Avi dan Ari Arad dalam adaptasi komik, bisa menghadirkan film yang setia pada semangat One Punch Man.

Akankah ini menjadi pukulan telak atau kegagalan? Waktu yang akan menjawab. (tas)

Editor : Tasropi
#adaptasi anime #Saitama #One Punch Man #film live-action #Komik