RADARSEMARANG.ID - Serial Netflix Gadis Kretek memang saat ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Serial yang dibintangi oleh Dian Sastro ini merupakan series dengan mengangkat tema tentang rokok kretek.
Gadis Kretek adalah series yang mengangkat dari novel karya Ratih Kumala yang diterbitkan pada tahun 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama.
Dari banyaknya pengguna media sosial yang sedang ramai membicarakan tentang serial Gadis Kretek itu. Terdapat konten kreator yang mengulik tentang Kota M, kota yang disebut di serial tersebut.
Geja Pramono salah satu yang mengulik kota tersebut. Merupakan seorang konten kreator dengan background sebagai mahasiswa yang menyukai sejarah.
Geja Pramono, dalam akun TikTok nya @gejapramono dengan followers 58,6K membahas mengenai kota M.
Berdasarkan unggahan video Geja, Kota M merupakan kota di Kabupaten Magelang, yaitu Muntilan.
Menurutnya kota tersebut merupakan kota yang sangat kental dengan kisah historisnya tentang rokok kretek.
Baca Juga: Dibalik Hitsnya Serial Gadis Kretek, Dian Sastro Akui Paling Sulit saat Perankan Karakter Jeng Yah
Alih-alih dicap sebagai pengundang penyakit di masa kini, namun awal mula terciptanya rokok karena adanya keinginan mulia untuk membantu meringankan sesak nafas penderita asma.
Dalam buku Gadis Kretek, disebut “Wajik Ny. Pang”, dimana toko tersebut sudah berjualan lebiih dari 100 tahun.
Dari clue mengenai toko Ny. Pang ini sudah tertebak bahwa Kota M, adalah kota di Kabupaten Magelang.
Muntilan merupakan sebuah kota di Kabupaten Magelang, yang mana berasal dari kata “mouth land”, yang diberikan oleh Thomas Raffles.
Film Gadis Kretek ini berlatar cerita tahun 1960an, dan sudah puluhan tahun sejak industri kretek muncul dan berkembang di Jawa.
Penamaan rokok kretek sendiri dikarenakan bunyi rokok saat dihisap yang berbunyi kretek kretek, sehingga terciptalah nama kretek.
“Rokok kretek tersebut ditemukan oleh seseorang pria yang menderita sesak dada berkepanjangan,” ungkap Geja dalam unggahannya.
“Kemudian pria itu mengunyah cengkeh dan hasilnya membaik, setelah itu tercetus ide untuk memakai rempah-rempah sebagai obat yang dipakai untuk merokok,” imbuhnya.
Setelah asap tersebut sampai ke paru-paru ternyata penyakit tersebut sembuh, sejak saat itulah pria tersebut memproduksi rokok kretek dalam jumlah yang banyak.
Sosok pria pencetus tersebut bernama Haji Jamhari, dan beliau sudah meninggal di Kudus tahun 1890.
“Bercerita tentang rokok kretek di kota M alias Muntilan ini rasanya seperti masuk ke dunia Gadis Kretek,” ungkap laki-laki penggungah video tersebut.
“Kalian harus merasakan suasana Muntilan ini, dengan banyak bangunan heritage di kanan kiri jalan,” ajakan Geja di video tersebut.
“Kalau ke Muntilan jangan lupa membeli oleh-oleh di toko legendaris ini, tak lain dan tak bukan adalah toko Ny. Pang, masuklah dan rasakan retronya,” imbuhnya.
Toko Ny. Pang sendiri sudah berjualan sejak tahun 1912, yang mana sudah 111 tahun sampai tahun 2023. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi