Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Sugiyo Waluyo Dalang Lokal Pelestari Wayang Potehi Semarang, Sudah Belajar Sejak 12 Tahun

Magang Radar Semarang • Kamis, 6 Juli 2023 | 15:32 WIB
Sugiyo Waluyo atau Dalang Subur di sela persiapan pementasan wayang potehi di halaman Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Rabu (4/7).
Sugiyo Waluyo atau Dalang Subur di sela persiapan pementasan wayang potehi di halaman Kelenteng Tay Kak Sie Semarang Rabu (4/7).

RADARSEMARANG.ID - Sebuah panggung kotak warna merah sejak 19 Juni 2023 berada di halaman Kelenteng Tay Kak Sie Semarang. Ini merupakan panggung pementasan wayang potehi. Setiap hari hingga 14 Juli mendatang, ada dua kali pementasan, jam 15.00-17.00 dan 19.00-21.00.

Salah satu yang menarik adalah dalang yang memainkan boneka wayang. Sugiyo Waluyo yang akrab dipanggil Subur. Ia dalang potehi yang merupakan warga lokal, bukan keturunan Tionghoa.

Dalang Subur lahir di Kota Surabaya pada 1962. Ia sudah belajar memainkan wayang potehi sejak berusia 12 tahun. Hampir 5 dekade ia menjadi dalang potehi.

Diceritakannya, Subur berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saat itu, hiburan paling modern adalah televisi, itupun harus nunut nonton di rumah tetangga yang punya televisi.

Selain televisi, ia mencari hiburan lain, menonton pertunjukan wayang potehi di sebuah kelenteng tak jauh dari rumahnya. "Dari situ saya tertarik, tidak tahu kenapa ditakdirkan atau bagaimana,” katanya.

Tentu saja pada awalnya Subur tidak langsung belajar memainkan wayang. Sebelum jadi dalang, ia harus menjadi asisten dalang.

Seperti membantu menyiapkan peralatan, mengatur urutan wayang akan akan dimainkan dalang senior, sekaligus mempelajari jalan cerita wayang potehi. Ia juga diharuskan belajar memainkan alat musik pengiring pentas.

Seperti tambur, genderang, terompet dan sebagainya. Setelah dirasa bisa menguasai alat musik dan jalan cerita, baru “naik pangkat” menjadi dalang. “Saya mulai jadi dalang tahun 1994 sampai sekarang,” katanya.

Kini, Subur bergabung dengan kelompok kesenian Fu He An yang berpusat di Kelenteng Hong San Kiong Gudo, Jombang, Jawa Timur. Fu He An memiliki arti rezeki, lancar, selamat.

Kelompok seni wayang potehi ini dipimpin seorang pengusaha emas Toni Harsono (Tok Hok Lay). Ia merupakan generasi ketiga sebagai pelestari wayang potehi di bumi nusantara ini. Kakeknya Tok Su Kwie dan ayahnya Tok Hong Kie merupakan dalang potehi pada masanya.

Selama di Semarang, Subur memainkan lakon ‘Loo Thong Seuw Pak’. Cerita serial tentang kepahlawanan ini disajikan dari awal sampai selesai dalam waktu satu bulan.

“Kalau ceritanya selesai dan waktunya masih ada, disodorkan lagi cerita baru. Dan, nantinya ada prosesi sembahyang dulu,” kata dia. Pentas ini merupakan bagian dari peringatan kedatangan Dewa Obat Poo Seng Tay Tee. (mg1/mg4/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Wayang Potehi #Kelenteng Tay Kak Sie