Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dalam Proyek Penghidupan Kembali Mammoth, Ilmuwan Malah Ciptakan Tikus Berbulu Wol

Aby Genta Putra Prasetya • Selasa, 11 Maret 2025 | 20:54 WIB
Potret: Tikus Berbulu Wol yang diciptakan oleh ilmuwan pada projek Mammoth
Potret: Tikus Berbulu Wol yang diciptakan oleh ilmuwan pada projek Mammoth

RADARSEMARANG.ID - Wacana tentang penghidupan kembali Mammoth (gajah purba) yang memiliki nama latin Mammuthus primigenius telah lama mencuat ke publik.

Hal tersebut lantaran sebuah penemuan reservasi bangkai bayi mammoth yang terawetkan dengan sempurna di daerah pegunungan Siberia.

Berkat penemuan ini, ilmuwan akhirnya bisa mengambil sampel DNA dan berbagai keperluan lainnya yang diperlukan dalam projek penghidupan makhluk megafauna tersebut.

Setelah beberapa tahun berselang, dikabarkan bahwa ada kemajuan dari penelitian yang dahulu sempat menghebohkan masyarakat dunia ini.

Untuk mengembalikan keberadaan Mammoth, para ilmuwan akan menggabungkan dan memodifikasi genetik dari Gajah Asia yang kurang lebih memiliki hubungan genetika serupa.

Hal tersebut tentunya memerlukan waktu yang cukup lama agar bisa terwujud dengan sempurna, namun baru-baru ini mereka merilis perkembangan baru dari proyek ambisius ini.

Melalui jurnal yang diterbitkan oleh BioRxiv dan Universitas Harvard, para ilmuwan berhasil mengembangkan dan memodifikasi binatang yang jauh lebih kecil dari Mammoth dengan genetika Mammoth yakni tikus.

Yang unik, tikus-tikus ini berhasil melalui seleksi berbagai macam uji coba yang dilakukan untuk menciptakan kondisi fisik layaknya Mammoth.

Mammoth sendiri adalah satwa yang tinggal di dataran bersalju pada Zaman Es dan memiliki bulu tebal untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.

Nah, melalui metode hair morphology dan lipid metabolism, para ilmuwan berhasil menciptakan spesies tikus yang memiliki bulu tebal dengan rekayasa genetik seperti Mammoth.

Spesies tikus ini kerap disebut sebagai Wooly Mice atau Wooly Mouse atau dalam bahasa Indonesia Tikus Berbulu Wol.

Penyeleksian modifikasi ini menghilangkan fungsi gen Fgf5, Tgm3, dan Fam83g pada tikus biasa hingga membentuk mutasi bulu yang diinginkan.

Baca Juga: Burung Purba yang Diyakini Sebelumnya Punah Kembali Bertambah Populasinya di Selandia Baru

Tikus-tikus yang telah berhasil diteliti menunjukkan perubahan bulu menjadi lebih keriting, bertekstur dan memiliki corak coklat-keemasan seperti Mammoth.

Hal ini disebut sebagai langkah awal keberhasilan para ilmuwan dalam upaya meneliti penghidupan kembali hewan purba serta genetika umum terkait bulu panjang dan ketahanan musim dingin.

Source: BIORXIV, Universitas Harvard

Editor : Baskoro Septiadi
#Ilmuwan Ciptakan Tikus #Ilmuwan Ciptakan Tikus Berbulu Wol #Penghidupan Mammoth #Proyek Penghidupan Mammoth #Tikus Berbulu Wol