Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Third Man Syndrome, Fenomena Tentang Keberadaan Sosok Lain yang Hadir di Rombongan Pendaki Gunung

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 21 Juli 2024 | 17:02 WIB
Ilustrasi Third Man Syndrome pada pendaki gunung
Ilustrasi Third Man Syndrome pada pendaki gunung

RADARSEMARANG.ID - Kisah-kisah mistikal tentang sebuah kejadian janggal saat berada dalam pendakian gunung memang kerapkali terdengar.

Seringkali para pendaki mengalami beberapa hal yang tak bisa masuk ke nalar pikiran saat berada di sebuah gunung.

Kejadian-kejadian ini memiliki pola yang hampir mirip, mereka mengaku bertemu atau sekedar merasakan adanya sosok tambahan dalam kelompok mereka.

Namun dalam banyak kasus, keberadaan sosok lain atau 'entitas' ini menghampiri serta membantu mereka disaat terjadi kesulitan, namun menghilang begitu saja saat hendak dicari lagi keberadaannya.

Banyak yang mengaitkan kejadian ini dengan hal mistik, tentunya dengan folklore-folklore terkait legenda serta mitos masyarakat terkait gunung tersebut.

Fenomena ini biasa disebut oleh ilmuwan dengan sebutan Third Man Syndrome. yang merupakan situasi dimana orang yg berada dalam situasi ekstrim, biasanya pendaki gunung.

Melihat kehadiran orang lain yg memberikan kenyamanan, dukungan, dan bahkan memberikan bantuan pada orang yg sedang mengalami situasi yg ekstrim dan traumatis tersebut.

Meskipun terdengar menyeramkan, namun banyak pula yang merasa fenomena ini dirasa membantu mereka untuk tetap hidup saat itu.

Seperti pengakuan dari Sir Ernest Shackleton bersama dua org temannya saat ekspedisi ke titik kutub selatan tahun 1914-1917.

Mereka terdampar selama 36 jam. Merasa kedinginan dan kelaparan, mereka mulai menyerah pada maut. Tiba2 seseorang hadir menyemangati dan membantu kelompok ekspedisi ini hingga selamat.

Dalam bukunya “South” ia menggambarkan fenomena ini untuk pertama kalinya pada tahun 1919. Dia yakin bahwa ada rekan tak terlihat yang bergabung dengannya bersama anak buahnya selama tahap terakhir ekspedisi Antartika tahun 1914-1917.

Tim tersebut terjebak di bongkahan es selama lebih dari dua tahun dan mengalami kesulitan besar dalam upaya mereka untuk mencapai keselamatan.

Baca Juga: Daftar 7 Puncak (Seven Summits) Indonesia, Puncak Tertinggi yang menjadi Wish List Pendaki

Shackleton menulis, "selama perjalanan panjang dan menyiksa selama tiga puluh enam jam melintasi pegunungan dan gletser tak bernama di Georgia Selatan, sering kali bagi saya tampak bahwa kami berempat, bukan tiga."

Saat kelompok ekspedisi ini berniat mencari tanda-tanda keberadaan orang tadi yang membantu mereka hasilnya nihil, dan mereka baru sadar tentunya mereka sendirian ditengah-tengah hamparan luas Kutub Selatan yang tidak berpenghuni.

Penjelasan Secara Sains

Secara sains, fenomena ini dijelaskan melalui Bicameral mentality (mentalitas bikameral) dimana saat dalam keadaan ekstrem dan traumatis.

Pikiran manusia bisa terbagi dua. Dimana salah satu bagian otak "memberikan petunjuk" dan bagian lainnya "mematuhi".

Sosok 'Third Man' atau orang ketiga ini biasanya terwujud dalam bentuk orang yang kita kenal, biasanya merupakan sosok yang kita hormati namun sudah meninggal, sehingga menciptakan perasaan mistis saat berjumpa dengannya.

Namun bisa juga sosok ini merupakan orang yang tidak kita kenal. Meskipun begitu para ilmuwan menyatakan bahwa sosok tak dikenal ini setidaknya pernah kita lihat, walaupun tidak membekas di pikiran.

Source: Semesta Sains, Brian Roemelle (X)

Editor : Baskoro Septiadi
#Fenomena di Gunung #Sosok Lain di Gunung #Fenomena Orang Ketiga #Third Man Syndrome #Sosok Ketiga di Rombongan Pendaki