RADARSEMARANG.ID, BARU-baru ini brand sepatu lokal asal Bandung, Jawa Barat bernama Compass merilis sebuah bocoran terbaru terkait produk sepatu yang akan dipasarkan.
Yang bikin heboh adalah bentuk dari outsole, atau bagian bawah sepatu yang dinilai memiliki kemiripan dengan motif Batik Kawung.
Dilansir @localpridegarage, hal tersebut memicu kekecewaan netizen karena menaruh desain Batik Kawung dibagian bawah sepatu yang terinjak-injak.
Salah satunya adalah @isser.whitey.james, seorang content creator yang beranggapan dalam story bahwa tindakan brand Compass tersebut menginjak-injak budaya Indonesia yang sakral.
" Cuma @sepatucompass yang bisa menginjak-injak budaya demi keuntungan perusahaan, penafsiran gue sih begitu yah" ujar content creator tersebut dalam sebuah caption di insta story miliknya.
Batik sendiri merupakan salah satu kain khas asal berbagai daerah yang menjadi kebanggaan dari masyarakat Indonesia.
Batik khas Indonesia resmi diakui oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak Benda pada sidang UNESCO di Abu Dhabi.
Penggunaannya pada masa kini sebagai bahan untuk pakaian semi-formal dan formal, seperti kemeja, rok, dress atau menjadi kain penutup tubuh.
Beberapa jenis batik memiliki filosofi dan makna yang terkandung dalam corak ataupun motif pada kain batik , salah satunya Batik Kawung.
Dilansir Dinas Kebudayaan Provinsi Yogyakarta, Motif Batik Kawung merupakan motif batik yang bentuknya berupa bulatan mirip buah kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai aren atau kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris.
Motif kawung bermakna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian. Motif Kawung diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan kerajaan Mataram.
Motif batik ini diperkirakan muncul pertama kali pada abad ke 13 di pulau Jawa. Pada awalnya motif ini muncul pada ukiran dinding di beberapa candi di Jawa seperti Prambanan.
Arti Batik Kawung
Dalam kaitannya dengan motif, makna yang terkandung beriringan dengan kata suwung yang berarti kosong, motif kawung menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna.
Kekosongan ini menjadikan seseorang netral, tidak berpihak, tidak ingin menonjolkan diri, mengikuti arus kehidupan, membiarkan segala yang ada disekitarnya berjalan sesuai kehendak alam.
Motif batik jenis kawung ini selalu digambarkan dan dikenakan oleh karakter Semar sebagai gambaran sosok yang bijaksana.
Editor : Tasropi