Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Akibat Polusi Sampah, Banyak Kelomang Gunakan Sampah Sebagai Pengganti Cangkangnya

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 17 Maret 2024 | 18:53 WIB
Ilustrasi penggunaan sampah sebagai cangkang oleh kelomang
Ilustrasi penggunaan sampah sebagai cangkang oleh kelomang

RADARSEMARANG.ID - Penggunaan plastik yang berlebihan oleh manusia makin memperburuk lingkungan.

Banyak binatang yang mati akibat mengkonsumsi sampah yang dibuang manusia secara sembarangan, baik keracunan maupun tersedak oleh sampah di habitat aslinya.

Salah satu binatang yang terdampak oleh polusi sampah ini adalah Hermit Crab atau Coenobitidae, yang sering disebut masyarakat Indonesia sebagai kelomang.

Binatang ini merupakan binatang yang dapat ditemukan di seluruh belahan dunia, habitatnya merupakan daerah pantai berpasir, berlumpur dan beberapa spesies hidup di pohon.

Binatang bercangkang ini tidak tumbuh membesar dengan cangkangnya seperti kura-kura, kelomang saat bertumbuh besar akan meninggalkan cangkang lamanya dan mencari cangkang baru.

Ia bisa menggunakan apapun sebagai cangkang bilamana dirasanya pas, biasanya coral, sponge ataupun cangkang kosong yang ditinggalkan kelomang lain.

Dalam keadaan tidak menemukan cangkang kosong, kelomang adalah binatang yang adaptif, mereka mampu umumnya bisa menjadikan apapun sebagai habitatnya seperti bambu yang lapuk, cangkang kerang ataupun benda-benda lainnya.

Menurut @aruna.indonesia, kelomang memiliki kebiasaan hidup mengembara dan penyendiri, mereka hanya akan bertemu saat melakukan musim kawin.

Penggunaan cangkang merupakan salah satu upaya kelomang untuk terhindar dari predator yang bisa mengancam nyawanya.

Sayangnya karena ketidakpedulian manusia, kelomang kini sering terlihat mengganti cangkangnya dengan sampah yang ia temukan.

Sampah yang dibuang manusia di lautan bisa berakibat fatal bagi biota laut, hal ini dikarenakan binatang laut tidak bisa membedakan mana yang sampah ataupun bukan.

Sehingga, dalam kasus ini migrasi kelomang bisa terganggu dan berakibat penurunan populasi kelomang.

Baca Juga: Puas Jika Binatang di Semarang Zoo Bisa Berkembang Biak dan Beranak Pinak

Hal ini juga berpengaruh ke satwa laut lain, seperti predator yang memangsa kelomang bercangkang sampah, seperti burung camar, karena bukan bahan yang aman dimakan banyak burung-burung laut mati akibat mengkonsumsi mangsa terkontaminasi sampah.

Kita bisa membantu kelangsungan hidup biota laut ini dengan cara mengurangi penggunaan plastik yang bisa mencemari lautan, dengan hal ini juga kita bisa mengurangi resiko organisme laut yang rentan terhadap pencemaran.

Editor : Baskoro Septiadi
#LINGKUNGAN HIDUP #LINGKUNGAN #Kelomang #SAMPAH #konservasi