RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga bahan pokok (bapok) terus melejit. Terutama cabai rawit merah, harga dipasaran tembus Rp 90 ribu per kilogram.
Bahan pokok lain juga mengalami kenaikan. Seperti ayam, normalnya di harga Rp 32.000 sampai Rp 35.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp 38.000. Begitu pula telur ayam, harganya sudah mencapai Rp 30.000 per kilogram.
Lonjakan harga itu dikeluhkan oleh penjual nasi goreng, Muflikhah. Menurutnya harga bapok terus mengalami kenaikan sejak adanya program makan bergizi gratis (MBG). Namun karena Nataru ini harganya tambah melejit.
Lebih lanjut Emmy mengaku untuk menyikapi adanya lonjakan harga itu, pihaknya mempunyai sistem si Jagad (jaga Disparitas).
Melalui sistem tersebut ketersediaan stok, disparitas harga, hingga harga eceran tertinggi (HET) akan terlihat.
Dengan demikian Pemprov Jateng bisa langsung menindaklanjuti ketika ada penyimpangan di lapangan.
"Ketika terjadi disparitas yang tinggi, kami tegur kontributornya untuk cek kembali di lapangan," bebernya.
Sebelumnya tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Jateng juga melakukan operasi pasar untuk menekan harga bahan pokok yang terus melejit.
Kenaikan harga cabai rawit masih berlanjut hingga Desember, bahkan lonjakan harga mencapai 98,61 persen dibanding bulan November 2025. Karena itu harga cabai menjadi salah satu penyebab inflasi Jateng yang mencapai 0,19 persen mtm pada November 2025.
Bank Indonesia Jawa Tengah bersama TPID Jateng hingga champion lokal Petarung Sejati pun melakukan operasi pasar di Semarang dan Suarakarta.
Ditemukan harga cabai menginjak angka Rp 65.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga di pasaran lain. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi