RADARSEMARANG.ID, Semarang — BSI adalah salah satu bank di Indonesia yang bergerak di bidang perbankan syariah. Bank ini diresmikan pada 1 Februari 2021.
Bank ini merupakan hasil penggabungan antara Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah.
Bank ini pun menjadi bank syariah milik HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara), dengan mayoritas sahamnya dipegang dan dikendalikan oleh Bank Mandiri, sehingga bank ini dianggap sebagai bagian dari Mandiri Group.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI merombak besar-besaran jajaran komisarisnya.
Beberapa orang yang mengisi posisi komisaris tercatat berasal dari ormas keagamaan Islam.
Hal itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang diselenggarakan hari Jumat 16 Mei 2025.
Salah satu hasil RUPST, menetapkan Muhadjir Effendy sebagai Komisaris Utama BSI.
Adapun Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menggantikan Muliaman Hadad yang telah menjabat posisi komisaris utama sekaligus Komisaris Independen BSI sejak 22 Mei 2023.
Posisi komisaris lainnya turut dirombak.
BSI mengangkat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin sebagai Komisaris.
Lalu ada pula nama Mochammad Agus Rofiuddin dalam struktur Dewan Komisaris BSI.
Baik Kamaruddin Amin maupun Mochammad Agus Rofiuddin, keduanya tercatat sebagai petinggi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Komisaris BSI lainnya yaitu Meidy Firmansyah.
Meidy diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selain itu, BSI juga mengangkat Nizar Ahmad Saputra.
Nizar pernah menjadi relawan Jokowi yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi).
Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIMA Persatuan Islam (Persis).
Nama lainnya yang berasal dari ormas Islam adalah Addin Jauharuddin yang tercatat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) 2024-2029.
Sebelum menjadi Komisaris BSI, Addin tercatat pernah menjabat sebagai komisaris di sejumlah BUMN seperti Komisaris PT Pos Indonesia, Komisaris PT Garam, dan Komisaris PT Waskita Karya.
Komisaris BSI lainnya adalah Muhammad Syafii Antonio yang berasal dari akademisi.
Terakhir di jajaran Komisaris BSI adalah Felicitas Tallulembang.
Ia adalah satu-satu komisaris lama dan masih berlanjut jabatannya setelah RUPST.
Felicitas Tallulembang tercatat sebagai politikus Partai Gerindra.
Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris BSI terbaru:
Komisaris Utama: Muhadjir Effendy
Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang
Komisaris: Meidy Firmansyah
Komisaris: Mochammad Agus Rofiuddin
Komisaris: Kamaruddin Amin
Komisaris Independen: Nizar Ahmad Saputra
Komisaris Independen: Muhammad Syafii Antonio
Komisaris Independen: Addin Jauharuddin
Pada RUPS ditetapkan pula pengangkatan Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama BSI.
Anggoro sebelumnya merupakan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.
Anggoro menggantikan posisi Hery Gunardi yang sudah lebih dulu ditunjuk menjadi Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sejak 24 Maret 2025.
Selain itu, diangkat pula Kemas Erwan Husainy sebagai Direktur Retail Banking, Muharto sebagai Direktur Information Technology, Arief Adhi Sanjaya sebagai Direktur Compliance & Humas Capital, serta Firman Nugraha sebagai Direktur Treasury & International Banking.
Berikut susunan Dewan Direksi BSI:
Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo
Wakil Direktur Utama: Bob Tyasika Ananta
Direktur Retail Banking: Kemas Erwan Husainy
Direktur Information Technology: Muharto
Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho
Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna
Direktur Compliance & Human Capital: Arief Adhi Sanjaya
Direktur Risk Management: Grandhis Helmi Harumansyah
Direktur Wholesale Transaction Banking: Zaidan Novari
Direktur Treasury & International Banking: Firman Nugraha.
Editor : Baskoro Septiadi