Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wisuda ke-83, 279 Lulusan Upgris Kantongi Sertifikat BNSP

Khafifah Arini Putri • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:12 WIB
Rektor Upgris Sri Suciati memberikan pesan pada mahasiswa dalam acara Wisuda ke-83 Upgris di Balairung Upgris, Kamis (21/5).
Rektor Upgris Sri Suciati memberikan pesan pada mahasiswa dalam acara Wisuda ke-83 Upgris di Balairung Upgris, Kamis (21/5).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar wisuda ke-83. Kali ini ada 703 lulusan. Menariknya, dalam wisuda kali ini ada pasangan suami istri yang lulus bersama dari program pascasarjana. 

Rektor UPGRIS Sri Suciati menyebut wisuda kali ini menunjukkan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Tak hanya lulus akademik, ratusan mahasiswa juga dibekali kompetensi tambahan. 

Ia menjelaskan, dari jumlah wisudawan tersebut, sebanyak 245 mahasiswa menyelesaikan tugas akhir tanpa skripsi. Selain itu, ada 279 lulusan yang telah mengantongi sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"279 (mahasiswa) Mereka lulus dengan kompetensi yang bersertifikat BNSP. Saya kira ini adalah wujud kepedulian kami kepada para lulusan,” kata Suci di sela-sela acara Wisuda ke-83 di Balairung Upgris, Kamis (21/5).

Menurutnya, bekal kompetensi itu penting agar lulusan benar-benar siap masuk dunia kerja. Dia juga menilai tren tugas akhir non skripsi menunjukkan mahasiswa mampu lulus lebih cepat dan tepat waktu.

“Agar mereka memang betul-betul diterima di dunia kerja. Jadi mereka yang mendapatkan sertifikat BNSP artinya memiliki kompetensi sesuai dengan keunggulan program studinya. Kemudian yang lulus melalui karya tulis ilmiah ini saya kira makin banyak setiap tahun, dan ini menunjukkan betapa lulusan UPGRIS enggak harus lama-lama kuliahnya, cepat, dan tepat waktu," ungkapnya.

Pihaknya pun berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar meski sudah menyandang gelar sarjana maupun magister. Suci meminta para lulusan menjadi pembelajar sejati dan tangguh menghadapi kehidupan. Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk menyerah.

"Saya berpesan kepada mahasiswa. Wisuda itu bukan akhir dari perjalanan. Tetapi justru mereka baru memulai untuk belajar cara belajar yang baru. Karena mereka akan berada dalam kehidupan yang sesungguhnya,” katanya.

Melalui pidatonya, Suci juga menekankan agar para lulusan UPGRIS ini seperti air putih yang sederhana.Namun memberikan banyak manfaat.

"Jadilah orang yang punya manfaat seperti air putih yang bisa membuat kita sehat, membuat orang lain juga segar lagi di saat layu,” tegasnya.

Di antara ratusan wisudawan, pasangan suami istri asal Kota Dumai, Provinsi Riau, menjadi perhatian tersendiri. Mereka adalah Wulandari dan Sidik Aditya yang kompak menempuh studi magister hingga lulus bersama.

Wulandari mengaku pengalaman kuliah di UPGRIS sangat membantu mahasiswa yang sudah bekerja maupun berkeluarga.

“Perjalanan selama kuliah sih di UGRIS ini sepengalaman saya. Dosen-dosennya sangat menyenangkan, kemudian memudahkan kami apalagi yang sudah bekerja, yang sudah menikah dan tidak ada mempersulit gitu,” katanya

Ia menyebut para dosen justru aktif memberi motivasi agar mahasiswa segera menyelesaikan tesis.

“Jadi malah kami diberikan selalu motivasi dari para dosen untuk ee menyelesaikan tesis kami. Jadi kalau masalah bimbingan itu kadang dosen juga yang bertanya kepada kami kapan Mbak bimbingan begitu,” ujarnya.

Sementara Sidik Aditya mengatakan dirinya dan sang istri sengaja memilih kuliah bersama sejak awal. Mereka tertarik masuk UPGRIS karena akreditasi kampus yang sudah unggul dan sistem perkuliahan hybrid yang fleksibel.

“Kenapa akhirnya kami memilih Universitas PGRI Semarang itu karena dari segi akreditasinya sudah baik, sudah unggul,” katanya.

Menurutnya, sistem hybrid sangat membantu karena mereka tetap bisa bekerja sambil kuliah, bahkan saat istrinya tengah hamil.

“Alhamdulillah di Univeritas PGRI Semarang karena perkuliahannya hybrid, kami juga bisa berkuliah sambil bekerja," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Rektor UPGRIS #dunia kerja #Universitas PGRI Semarang