RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kabar duka datang dari Soegijapranata Catholic University (SCU). Salah satu tokoh penting kampus tersebut, Prof Dr Ir Budi Widianarko, M.Sc, wafat pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Prof Budi menghembuskan napas terakhir di RS Permata Medika Ngaliyan, Semarang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SCU.
Selama lebih dari tiga dekade, Prof Budi dikenal sebagai sosok pendidik yang setia mengabdi. Ia bergabung dengan SCU sejak 1993 dan menjalani perutusannya dengan dedikasi tinggi.
Di kampus, Prof Budi pernah dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis. Ia menjabat Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (1995–2000), kemudian Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama (2000–2005).
Pada 2002, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ekologi dan Keamanan Pangan. Puncak kepemimpinannya terjadi saat Prof Budi dipercaya menjadi Rektor SCU selama dua periode, 2009 hingga 2017.
Dalam masa kepemimpinannya, Prof Budi memberi perhatian besar pada penguatan mutu akademik, perluasan jejaring kerja sama, hingga pembenahan tata kelola universitas. Hingga akhir hayatnya, Prof Budi tetap aktif berkarya sebagai dosen. Ia juga menjabat Direktur Eksekutif Yayasan Sandjojo untuk periode 2022–2026.
Di mata kolega dan mahasiswa, Prof Budi dikenal sebagai pribadi hangat dan rendah hati. Ia mampu merangkul siapa pun tanpa sekat, serta meninggalkan keteladanan melalui dialog dan semangat pelayanan di bidang pendidikan, khususnya teknologi pangan.
Prof Budi menempuh pendidikan sarjana di Universitas Diponegoro pada bidang peternakan. Setelah sempat bekerja di perusahaan multinasional, ia melanjutkan studi magister dan doktoral di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, dalam bidang Environmental Toxicology dan Toxicology.
Keilmuan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu pakar nasional dalam bidang ekologi, keamanan pangan, dan toksikologi lingkungan.
Di luar kampus, Prof Budi juga aktif di berbagai organisasi dan lembaga. Ia pernah terlibat dalam International Working Group The Water Dialogues, APTIK, Dewan Riset Jawa Tengah, hingga Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang.
Ia juga menjadi Dewan Pembina sejumlah yayasan serta memegang peran penting sebagai Ketua Pengurus Nationwide University Network in Indonesia (NUNI), konsorsium 21 perguruan tinggi di Indonesia yang mendorong kolaborasi akademik dan internasionalisasi.
Kepergian Prof Dr Ir Budi Widianarko, M.Sc menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi SCU, tetapi juga dunia pendidikan tinggi dan lingkungan hidup di Indonesia.
Namun, nilai, karya, serta keteladanan yang ditinggalkan akan terus hidup dan menjadi bagian dari perjalanan SCU ke depan. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi