RADARSEMARANG.ID - Saat Hari Raya Idul Adha tiba, daging kurban selalu menjadi bahan utama di berbagai hidangan khas.
Namun, ada satu kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat dengan mencuci daging kurban sebelum dimasak.
Padahal, menurut para ahli, mencuci daging kurban sebelum dimasak diklaim bisa berdampak buruk pada kualitas dan keamanan pangan.
Alasan Daging Kurban Tak Perlu Dicuci
Menurut laman tamanzakat.org, mencuci daging mentah dapat menyebabkan penyebaran bakteri patogen dari sudut pandang ilmiah.
Bakteri tersebut seperti Salmonella dan E. coli diklaim dapat menyebar ke permukaan dapur, alat masak, dan makanan lain melalui percikan air.
Secara ilmiah, bakteri ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan jika tidak ditangani dengan benar.
Selain itu, mencuci daging kurban juga bisa menyebabkan kontaminasi silang, yaitu perpindahan bakteri dari satu benda ke benda lain.
Air cucian yang terciprat bisa membawa mikroorganisme berbahaya ke peralatan dapur, tangan, atau bahan makanan lain yang siap dikonsumsi.
Meski demikian, sebagian para ahli berpendapat bahwa suhu tinggi saat memasak daging kurban sudah cukup untuk membunuh bakteri.
Oleh karena itu, mencuci daging kurban sebelum dimasak sebenarnya tidak diperlukan.
Dan yang lebih penting adalah memastikan daging dimasak dengan suhu yang cukup agar aman dikonsumsi.
Namun, jika daging kurban akan disimpan di kulkas atau freezer, sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu.
Menurut para ahli, menyimpan daging kurban dalam kondisi lembab akibat pencucian bisa mempercepat pertumbuhan bakteri dan memperpendek masa simpan.
Lebih lanjut, daging kurban berkualitas tidak hanya bergantung pada proses penyembelihan. Tetapi juga cara penanganannya setelah dibagikan.
Meski begitu, beberapa ulama bahkan memiliki pandangan berbeda terkait mencuci daging kurban.
Ada yang memperbolehkan untuk alasan kebersihan, sementara yang lain melarang karena bisa merusak tekstur dan cita rasa daging.
Dengan memahami fakta ilmiah ini, masyarakat bisa lebih bijak dalam mengolah daging kurban agar tetap higienis dan lezat.
Namun yang terpenting adalah memastikan proses bagaimana cara mengolah daging kurban dapat dilakukan dengan tepat!
Editor : Baskoro Septiadi