RADARSEMARANG.ID, Semarang — Usulan mengejutkan datang dari salah satu anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, yang mengajukan ide agar gaji guru di Indonesia dinaikkan secara signifikan menjadi Rp 25 juta per bulan.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru sudah seharusnya menjadi prioritas negara karena kualitas pendidikan nasional sangat bergantung pada mutu dan semangat para pendidik di lapangan.
Dalam forum resmi yang digelar belum lama ini, Juliyatmono menyampaikan bahwa gaji yang layak akan memberi dampak besar pada profesionalisme guru.
“Kalau gaji guru bisa Rp 25 juta, profesi ini akan jadi dambaan semua orang, termasuk anak-anak muda. Seperti halnya profesi dokter yang sangat dihormati karena kesejahteraannya terjamin,” ujarnya.
Meski begitu, pernyataan ini langsung memicu perbincangan publik mengenai dari mana dana sebesar itu bisa diperoleh, mengingat saat ini saja banyak guru, khususnya yang berstatus honorer, masih menerima penghasilan yang jauh dari kata layak.
Pemerintah memang telah menaikkan tunjangan profesi bagi guru yang telah tersertifikasi menjadi Rp 2 juta per bulan.
Selain itu, Presiden terpilih Prabowo Subianto juga telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan anggaran pendidikan, termasuk bagi kesejahteraan guru ASN maupun PPPK.
Namun hingga kini, belum ada penjabaran teknis atau payung hukum yang mengatur tentang kenaikan gaji pokok guru hingga mencapai angka fantastis seperti yang diusulkan.
Para legislator di Senayan pun mendorong pemerintah agar segera menyusun peraturan turunan dan petunjuk teknis terkait hal ini agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di kalangan pendidik.
Wacana ini pun disambut antusias namun dengan sikap realistis oleh para guru, termasuk di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Sebagian besar dari mereka menyambut baik wacana tersebut, namun tetap berharap pemerintah tidak hanya melempar janji politik, melainkan benar-benar menyusun skema pembiayaan yang masuk akal dan berkelanjutan.
Apabila usulan ini benar-benar direalisasikan, maka hal ini bisa menjadi titik balik dalam sejarah pendidikan nasional.
Gaji tinggi tidak hanya akan memotivasi guru yang telah mengabdi, tetapi juga menjadi daya tarik bagi lulusan terbaik bangsa untuk menekuni dunia pendidikan secara profesional dan berdedikasi. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi