RADARSEMARANG.ID, Semarang - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang (Poltekkes Kemenkes) Semarang menggelar Wisuda ke-115 di Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (16/5).
Wisuda tersebut melepas 361 lulusan yang terdiri dari 78 Program Studi Profesi, 49 Program Studi Diploma III, 185 Program Studi Sarjana Terapan, dan 49 wisudawan Program Magister Terapan.
Lulusan tersebut siap berdiaspora sebagai tenaga kesehatan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang Jeffri Ardiyanto MAppSc mengungkapkan, sejauh ini sudah mencetak 42.981 lulusan yang telah berdiaspora baik di dalam maupun luar negeri.
Selama ini, pihaknya terus berkontribusi dalam memenuhi tenaga kesehatan.
Banyak lulusan yang telah berdiaspora yang tersebar di puskesmas maupun rumah sakit.
Dari bidang Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, hingga Gizi.
"Kami juga melibatkan mahasiswa tingkat akhir yang sudah punya kemampuan, kompetensi, dan keahlian untuk terjun dan membantu program Kemenkes dalam mengatasi beragam masalah kesehatan di masyarakat," jelasnya.
Dijelaskan, permintaan tenaga kesehatan semakin besar.
Tak hanya di puskesmas saja namun juga rumah sakit berlevel internasional juga membutuhkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten.
Ternyata kompetensi atau tenaga kesehatan yang ada masih sangat kurang.
"Maka inilah peta yang harus diambil Poltekkes Semarang," jelas Jeffri.
Seiring memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, pihaknya juga berupaya menjaga kualitas lulusan.
Hingga 2024, seluruh program studi baik Diploma Tiga, Sarjana Terapan Kesehatan, Profesi dan Magister Terapan Kesehatan telah terakreditasi LAM-PT Kes dan BAN PT.
Selama tahun 2023 dan 2024, Re-akreditasi pada 21 Prodi dengan hasil 100 % unggul.
Sehingga capaian akreditasi unggul sebanyak 27 Program Studi dari total 34 Program Studi (80%).
"Prestasi lainnya kami berhasil mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) 100 persen. Serta diikuti berbagai penghargaan lainnya," papar Jeffri.
Sementara, Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM menyebut penyebaran tenaga kesehatan di Indonesia belum cukup merata. Pemerataan tenaga kesehatan itu menjadi fokus Kemenkes saat ini.
Mengacu data SISDMK per Maret 2024 tercatat dari 10.217 puskesmas yang ada di seluruh Indonesia, hampir separo belum bisa memenuhi ketersediaan sembilan jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan.
"Ada 4.908 puskesmas yang belum bisa memenuhi. Maka kita lakukan transformasi sistem kesehatan dengan enam pilar. Yakni, layanan primer, rujukan, ketahanan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan," jelasnya.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Riptieni Tri Lutiarsi memaparkan, peluanh lulusan dalam mendapatkan pekerjaan masih terbuka lebar.
Di Jateng sendiri, sekitar 45 persen puskesmas belum melengkapi tenaga kesehatannya.
"Ada 881 puskesmas di Jateng. Sebanyak 17 persen tenaga kesehatannya belum lengkap. Selain itu juga 351 rumah sakit milik pemerintah maupun swasta masih membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes)," pungkasnya.(mia/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi