Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Make A Match Matemamita, Belajar Matematika Jadi Menyenangkan

Tasropi • Selasa, 4 Juli 2023 | 23:57 WIB
MITA EKA ATMAJANI, S.Pd
MITA EKA ATMAJANI, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan usaha sadar untuk mengembangkan dan membina potensi sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kualitas pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari hasil skor yang dikeluarkan PISA (Programme for International Student Assesment) yang mengkaji hasil terakhir pada 2018 bahwa skor untuk matematika di angka 379.

Sebagai pembanding China dan Singapura menempati peringkat tinggi dengan skor 591 dan 569.


Mengkaji hal tersebut perlunya perbaikan agar pendidikan Indonesia lebih baik lagi. Hal ini disikapi Kementerian Pendidikan dengan diluncurkannya Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka juga dilatarbelakangi wabah pandemi Covid-19 yang menimbulkan terjadinya loss learning. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan pendidik untuk menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Masalah yang terjadi pasca pandemi Covid-19 salah satunya adalah peserta didik kesulitan dalam memahami materi tertentu, contohnya pada pelajaran matematika. Seperti halnya di SD Negeri Plosogede 1.

Pembelajaran matematika pada peserta didik sekolah dasar harus memperoleh perhatian yang lebih.

Karena itu, kemampuan guru untuk memilih, menguasai dan menerapkan pendekatan, strategi serta metode dan teknik-tekniknya menjadi penentu keberhasilan peserta didik dalam menguasai pelajaran tentang bangun datar.


Tugas guru yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah menciptakan kondisi pembelajaran yang dapat membangkitkan minat anak didik mengikuti proses pembelajaran.

Seperti menguasai materi dengan baik, menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, memilih teknik pembelajaran yang tepat, serta memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah ada.


Untuk mengatasinya penulis menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Yakni dengan menggunakan model pembelajaran make a match matemamita.

Model ini sangat menarik dan mampu mengubah hasil belajar siswa. Khususnya terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun datar, karena mengandung unsur permainan dalam pembelajaran.

Sehingga akan mengurangi bahkan menghilangkan anggapan bahwa matematika itu sulit dan menakutkan.


Menurut Rusman (2011:223-233) model make a match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994).

Salah satu keunggulan metode ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Matemamita adalah kependekan dari Matematika Mita Eka Atmajani (nama penulis). Metode match a match merupakan pembelajaran kelompok yang memiliki dua anggota kelompok yang dicari berdasarkan kesamaan pasangannya.

Hal-hal yang perlu disiapkan jika pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu. Kartu tersebut berisi tentang pertanyaan-pertanyaan dan kartu-kartu lainnya berisi jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.


Teknik pembelajaran make a match matemamita dapat dilakukan di dalam ruang kelas maupun di luar ruangan dengan suasana yang menyenangkan. Karena siswa berkompetisi mencari pasangan sesuai kartu yang dimiliki dengan waktu yang cepat.

Langkah-langkah model pembelajaran make a match matemamita adalah sebagai berikut : guru menyiapkan topik materi bangun datar (kartu berpasangan gambar bangun datar dan nama bangun datar).

Setiap siswa mendapatkan satu kartu gambar bangun datar atau nama bangun datar. Siswa secara mencari/memasangkan kartu yang dimiliki dengan kartu teman yang sesuai.

Guru memberikan batas waktu/kecepatan waktu mempengaruhi skor penilaian. Guru dan siswa mengevaluasi bersama terhadap hasil jawaban siswa dan proses pembelajaran dengan make a match matemamita.


Kelebihan metode pembelajaran dengan make a match antara lain pembelajaran aktif dan menyenangkan, mendorong siswa belajar secara cepat memahami materi belajar (bangun datar), melatih kedisiplinan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. (pf/lis)

 

Oleh : MITA EKA ATMAJANI, S.Pd

Guru SDN Plosogede 1, Kec. Ngluwar, Kabupaten Magelang

Editor : Agus AP
#Matemamita #Make a Match #Kabupaten Magelang #MITA EKA ATMAJANI #Guru SDN Plosogede 1 #Kecamatan Ngluwar #Belajar Matematika