Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembangunan Tol Demak-Tuban Berpengaruh Pada Tata Ruang Lahan Pertanian dan Pemukiman Penduduk

Agus AP • Selasa, 25 Oktober 2022 | 21:22 WIB
Sebuah papan penunjuk jalan telah dipasang jelang pengoperasian jalan tol Semarang-Demak yang nantinya akan dilanjutkan dengan jalan tol Demak-Tuban. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebuah papan penunjuk jalan telah dipasang jelang pengoperasian jalan tol Semarang-Demak yang nantinya akan dilanjutkan dengan jalan tol Demak-Tuban. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Demak - Pembangunan jalan tol Semarang-Demak yang kemudian lanjutkan Demak-Tuban di satu sisi menjadi harapan bagi masyarakat. Namun, disisi lain tol tersebut akan memiliki dampak bagi kawasan yang dilewati.

Banyak lahan persawahan maupun kawasan pemukiman penduduk yang terkena jalur pembangunan tersebut. Karena itu, pembangunan tol cukup berpengaruh pada tata ruang lahan pertanian dan permukiman penduduk.

Kepala Dinputaru Pemkab Demak, Ahmad Sugiarto mengatakan, pembangunan jalan tol diharapkan dapat memperlancar arus lalulintas atau solusi atas kemacetan di jalur Pantura. Adanya jalan tol juga akan meningkatkan arus ekonomi masyarakat. "Karena itu, dari sisi tata ruang wilayah (RTRW) sudah kita antisipasi,"ujarnya.

Ketua tim kajian Amdal jalan tol Demak-Tuban, Ir Supriyadi mengatakan,
terkait dengan bangunan musala atau ponpes yang kena jalan tol biasanya akan dibangunkan lagi sebagai bentuk kompensasi dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Adapun, sawah yang terkena dampak jalan tol tetap mendapatkan ganti untung sebagaimana mestinya. Pihaknya juga akan memperhatikan masukan terkait keberadaan saluran air yang masih difungsikan untuk lahan pertanian. "Setelah pembangunan akan tetap dipantau perkembangannya,"ujar dia.

Menurutnya, adanya saluran irigasi di lahan produktif yang non teknis bisa dijadikan saluran teknis sehingga dapat membantu kelancaran air irigasi. "Kita sepakat jangan sampai saluran air irigasi tersumbat. Maka, kita lakukan mitigasi terkait hal itu,"katanya.

Yahya Thamrin dari direktorat pelaksanaan pembiayaan jalan dan jembatan Kementerian PUPR menyampaikan, untuk
ganti untung aset atau lahan yang kena tol akan ada kajian tersendiri dari tim pengadaan tanah.

"Nanti tim akan ke daerah untuk menyampaikan hasil kajiannya. Antara lain, soal berapa nilai aset yang terkena itu. Bisa berupa tanah, rumah kebun dan lainnya,"kata dia.

Aset tersebut akan diganti sesuai nilai pasar dan nilai jual objek pajak (NJOP)-nya."Yang pasti, hasil kajian aset yang terkena tol sudah dihitung secara benar ikuti harga pasar,"katanya. (hib/web/bas) Editor : Agus AP
#Dinputaru Tata Ruang