RADARSEMARANG.ID, Demak - Dinpermades P2KB Kabupaten Demak bersama mitra kerja menggelar sosialisasi program bangga kencana terkait percepatan penurunan stunting di Kota Wali.
Hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Drs Fathan, M.A.P, Dr Ahmad Adib Susilo, SE, M.Sc, Ak, CA, CSFA, ERMCP (selaku Auditor Utama Keuangan Negara III BPK RI), Eka Sulistia Ediningsih SH, (selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah), Kepala BKKBN RI, Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG, beserta seluruh rombongan.
Juga hadir, Wakil Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata, Bupati Demak dr Hj Eistianah, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiarto, Kepala Dinpermades Taufik Rifai, Kabid P2PP Dinpermades Sukardjo, SKM, MKes
Bupati Demak dr Eistianah menyampaikan, bahwa sosialisasi dan komunikasi informasi edukasi (KIE) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bersama mitra kerja dengan tema Cegah Stunting itu Penting menjadi pemacu dalam menurunkan stunting di Demak.
"Tentu, dengan kehadiran beliau Bapak Kepala BKKBN Dr dr Hasto Wardoyo, Sp.OG bisa memotivasi kami untuk menekan angka prevalensi stunting di Kabupaten Demak,"ujar bupati.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Demak telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan Demak bermartabat, maju dan sejahtera.
Salah satu upaya nyata adalah dengan meningkatkan sumber daya yang berkualitas dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menekan kasus stunting kita fokuskan di 34 desa di Kabupaten Demak yang menjadi lokus stunting.
"Alhamdulillahirobbil’alamin, berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja tangkas, dan kerja ikhlas seluruh elemen masyarakat, di tahun 2022, angka prevalensi stunting Kabupaten Demak menjadi 16,2 persen. Turun sebanyak 9,3 persen dari tahun 2021 (25,5 persen). Prestasi ini sekaligus menjadikan Kabupaten Demak sebagai kabupaten/ kota kedua di Jawa Tengah yang angka prevalensinya turun paling banyak,"katanya.
Di tahun 2024 nanti, Bupati menargetkan angka prevalensi stunting Kabupaten Demak di angka 11,16 persen.
"Kami sadar, bahwa prestasi yang telah dicapai serta target yang telah ditetapkan tidak akan tercapai tanpa upaya dan usaha seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi dan sinergitas menjadi poin penting dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Demak,"ujarnya.
Bupati pun mengapresiasi kepada BKKBN karena telah memilih Kabupaten Demak menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut.
"Maturnuwun telah memfasilitasi para mitra kerja menjadi bagian dari sosalisasi kali ini. Semoga selesai kegiatan ini target angka prevelansi stunting bisa tercapai. Kami berkomitmen untuk terus bergerak bersama melakukan berbagai upaya agar Kabupaten Demak bebas stunting. Seluruh perangkat daerah di Kabupaten Demak memaksimalkan perannya,"kata bupati. (web/adv/3.312 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi