RADARSEMARANG.ID, Demak - Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) turut rapat koordinasi (rakor) terkait penyerapan pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Demak.
Kepala Dindagkop UKM, Iskandar Zulkarnain melalui Kabid Perdagangan Sri Sasongko mengatakan, kebutuhan pupuk pada musim tanam (MT) 1 menjadi perhatian Pemkab Demak. Sebab, hingga kini pupuk belum banyak terserap petani.
"Kita ikut rakor bersama instansi lain terkait serapan pupuk yang belum optimal.
Penyerapan pupuk subsidi sampai November belum maksimal. Berdasarkan data terakhir bulan Oktober serapannya baru 50 persen,"katanya.
Rakor pupuk yang dilaksanakan bersama Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) menyebutkan soal serapan pupuk subsidi yang masih sedikit tersebut.
"Mestinya .serapan pupuk sudah 80 persen. Tapi, karena disebabkan ada elnino, maka kemarau panjang ini juga berdampak pada musim tanam yang mundur. Telat tanam,"kata Sri Sasongko.
Menurutnya, dampak elnino adalah sawah terlalu kering kekurangan air sehingga petani tidak bisa mengairi sawahnya. Sawah menjadi tadah hujan . Yang baru tanam adalah sebagian wilayah Kecamatan Gajah, Dempet, dan Kebonagung.
"Yang ada irigasinya saja, airnya harus berbagi dengan PDAM. Yang dari Waduk Kedungombo, belum semua tanam. Di daerah Kecamatan Gajah air sangat dibutuhkan karena petani sebagian tanam bawang merah,"katanya. Padi belum maksimal ditanam karena kurang air. (web/adv/1.575 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi