Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ratusan Santri Lima Ponpes dan Warga Diduga Keracunan Jatah Makanan MBG, Petugas Dinkes Amankan Sampel Nasi Goreng, Acar dan Susu Kotak

Wahib Pribadi • Minggu, 19 April 2026 | 18:52 WIB
1.Para santri korban keracunan dirawat di Rumah Sakit Getas Pendowo Gubug Purwodadi. 

2. Sampel nais goreng diamankan petugas

3. Dapur SPPG Pilangwetan Kebonagung dipolice line. (Wahibpribadi)
1.Para santri korban keracunan dirawat di Rumah Sakit Getas Pendowo Gubug Purwodadi.  2. Sampel nais goreng diamankan petugas 3. Dapur SPPG Pilangwetan Kebonagung dipolice line. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Peristiwa keracunan makanan yang diduga dari nasi goreng jatah makanan bergizi gratis (MBG) terjadi di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak kemarin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak disebutkan, untuk semnetara ini, data korvan dari Ponpes Bustanul Quran ada 68 orang santri. Yaitu, 33 orang santri diobati rawat jalan di ponpes.

Baca Juga: PKU Akbar PNM Semarang, 550 Nasabah Dapat Modal Sosial, Intelektual, dan Finansial

Sedangkan, sebagian lainnya (35 orang) dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Gubug (23 orang) dan Rumah Sakit Getas Pendowo Gubug (12 orang) 

Kemudian, korban keracunan dari Ponpes Asnawiyah tercatat ada 97 orang santri. Dari jumlah itu, sebanyak 67 santri dirawat jalan di ponpes. Sedangkan, 24 santri lainnya dirawat di Rumah Sakit Getas Pendowo Gubug dan 6 orang lain di Rumah Sakit PKU Gubug.

Korban lainnya dari Ponpes Hidayatul Mubtadiin ada 10 orang santri dirawat di ponpes setempat. Berikutnya, korban keracunan dari Ponpes Al Maarif ada 5 orang. Yaitu, 4 rawat jalan dan 1 dirawat di Rumah Sakit PKU Gubug. Lalu, korban dari Ponpes Nurul Sakinah 1 orang santri dirujuk di PKU Gubug, MI Yasua Pilangwetan ada 1 siswa yang dirujuk ke Rumah Sakit PKU Gubug.

1.Para santri korban keracunan dirawat di Rumah Sakit Getas Pendowo Gubug Purwodadi. 

2. Sampel nais goreng diamankan petugas

3. Dapur SPPG Pilangwetan Kebonagung dipolice line. (Wahibpribadi)

Selebihnya, ada korban keracunan lainnya dari warga Pilangwetan termasuk lansia dan ibu hamil (bumil) ada 5 orang dan 1 orang diantaranya dirujuk ke Rumah Sakit PKU Gubug dan 4 di Puskesmas. 

Baca Juga: Puskesmas Sidorejo Lor Diapresiasi, Usulan Pemecahan Puskesmas Mencuat

Ketua Tim Surveilance Dinkes Pemkab Demak, Darto Wahab menyampaikan, semua yang terduga keracunan hingga kini telah tertangani medis dan dalam kondisi aman.

"Kondisi aman,"jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Ponpes Asnawiyah Pilangwetan Kebonagung Demak kemarin siang.

Dia mengatakan, pihaknya bersama Tim Puskesmas Keboangung dan TNI Polri setelah mendapatkan informasi langsung ke lokasi melakukan penanganan darurat. 

"Kita memeriksa dan mengamankan mereka yang mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, diare dan sejenisnya. Yang butuh rujuk lamgsung kita rujuk ke rumah sakit terdekat,"katanya.

Darto menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan sampel makanan yang diterima berupa sisa nasi goreng dan hasil muntahan korban keracunan makanan. Selain itu, ada sampel acar buncis dan susu kotak. 

Sampel yang telah diambil itu segera diperiksa di laboratorium rujukan regional Dinkes Demak.

Selain itu, tim surveilance juga mengkroscek ke dapilur SPPG di Desa Pilangwetan Kebonagung. "Menu makanan yang disajikan dan dikonsumsi korban kita periksa semua. Nanti hasilnya seperti apa kita kroscek. Hasilnya bisa kita ketahui satu minggu ke depan. Nanti kita informasikan lebih lanjut,"ujarnya.

Baca Juga: Tiga SPPG di Kota Semarang Siap Jadi Percontohan Praktik Baik MBG Nasional

Darto menambahkan, menu makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu makanan hari Sabtu (18/4/2026). Menu nasi goreng saat itu ada yang dimakan di sekolah ada pula yang dibungkus dan dimakan sore hari. 

"Sebagian menu makanan dimakan anak-anak penerima manfaat. Sebagian tidak dimakan tapi dibawa pulang dan dikonsumsi siang, sore dan ada yang malam hari. Yang dimakan disekolahan 1 jam setelah itu mulai mengeluh muntah. Srdangkan, yang tidak dimakan di sekolah dan dimakan malam baru reaksi malam dan Minggu (19/4/2026) pagi. Minggu pagi puncaknya,"jelasnya.

Darto mengungkapkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan kejadian itu karena masih menunggu hasil uji lab terkait sampel makanan yang ada.

"Yang jelas, kita sedang lakukan penyelidikan epidemologi. Sampai saat ini masih aman. Semua sudah tertangani. Kita harapkan, warga yang nanti ada rasa mual dan lainnya bisa langsung ke bidan desa dan kita pantau 24 jam,"ujarnya.

Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan mengatakan, tim medis dalam perkembangannya hingga Minggu sore juga memeriksa sejumlah warga di Desa Solowire, Kecamatan Kebonagung. 

"Tim medis kita melayani pengobatan di Solowire. Kita tunggu perkembangannya,"kata dia. 

Perkembangan terbaru, setelah dilakukan pemeriksaan medis, warga Desa Solowire yang mendapatkan jatah makanan MBG dari dapur SPPG Pilangwetan disebutkan, bahwa ibu hamil yang mendapatkan MBG ada 17 orang dinyatakan tidak ada gejala keracunan. Sednagkan, ibu menyusui 17 orang yang kena gejala ada 2 orang. Untuk balita dari 152 anak yang terkena gejala keracunan ada 23 anak.

"Sudah dilakukan pemeriksan tim dokter puskesmas Kebonagung. Sudah dilakukan pengobatan dan tidak ada yang dirujukbke puskesmas atau rumah sakit. Sementara masih dilakukan pemantauan di Desa Solowire,"katanya.

Menurutnya, data warga Solowire itu mendapatkan jatah makanan MBG dari dapur Pilangwetan.

Baca Juga: Tangkal Kriminalisasi Pendidik, IGI Jateng Gelar PMO Dasar dan Bangun "Benteng" Hukum bagi Guru

Pengasuh Ponpes Asnawiyah, KH Cholilullah menuturkan, ponpes yang dikelolanya paling banyak yang terdampak keracunan makanan. 

Petugas Dinkes Amankan Sampel Nasi Goreng, Acar dan Susu Kotak
Petugas Dinkes Amankan Sampel Nasi Goreng, Acar dan Susu Kotak

 

"Anak- anak seperti biasanya dapat jatah MBG. Sabtu, jatah makanan ada yang dikonsumsi jelang siang. Mulai merasakan mual sore hari. Malam hari mulai ada yang berak sesak nafas muntah. Ada pula satu yang dirawat di rumah sakit. Minggu pagi ternyata banyak yang kena keracunan,"katanya.

 Informasi yang diterima, kemungkinan besar keracunan dari makanan MBG. Sebab, saat dikroscek ke ponpes lainnya juga banyak samtri yang keracunan.

"Di Ponpes Asnawiyah banyak yang kena dan diantaranya dirawat disejumlah rumah sakit di Gubug,"jelasmya.

Saat ada kasus ini, pihak ponpes langsung mengamankan sampel nasi goreng, acar dan susu kotak untuk dibawa petugas kesehatan.

Isfatis Mega Agustina salah satu orang tua santri, warga Mranggen menyampaikan rasa sedihnya lantaran anaknya turut kena dampak keracunan. 

"Kita minta diusut tuntas. Apakah penyebab keracunan ini dari jatah makanan MBG atau darimana. Kita berharap ada keterangan yang jelas nantinya,"kata dia saat ditemui di Rumah Sakit Getas Pendowo Gubug Purwodadi. (hib)

Editor : Tasropi
#tim medis #makanan MBG #korban keracunan #SPPG #Kepala Puskesmas