RADARSEMARANG.ID, Semarang — Menjelang puasa biasanya masyarakat di berbagai daerah memiliki tradisi unik.
Seperti Dhandhangan, Dugderan, mandi di sendang, hingga mencukur rambut, dan masih banyak tradisi unik lainnya yang masih bertahan hingga sekarang.
Tradisi besik makam di bulan Syaban merupakan bagian dari tradisi Nyadran, yaitu pembersihan makam leluhur yang dilakukan oleh masyarakat.
Tradisi ini juga dikenal dengan nama Ruwahan.
Dalam tradisi Nyadran, masyarakat akan melakukan kegiatan-kegiatan diantaranya Ziarah kubur, Membersihkan makam dari kotoran dan rerumputan, Tabur bunga, Mendoakan arwah leluhur, Melaksanakan kenduri selamatan.
Tradisi Nyadran dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur, mengenang leluhur, dan mengingatkan diri akan kematian.
Tradisi ini juga merupakan sarana untuk menjaga keharmonisan bertetangga.
Acara ini sudah berlangsung sejak lama. Selain untuk membersihkan makam, tradisi ini merupakan wujud syukur pada Allah SWT atas rahmat yang telah diberikan.
Sekaligus menyambut datangnya bulan suci ramadan, dan menjadi pengingat bahwa suatu saat nanti kita juga akan kembali kepada sang pencipta.
“Biasanya masyarakat pada pagi harinya besik-besik kubur, dilanjutkan pada siang hari setelah dhuhur membawa tenongan ke area di sekitar pemakaman yang telah disediakan panitia. Gunanya untuk bersama-sama berdoa meminta kepada Allah SWT agar ahli kubur dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosanya,” Ujar Hidayatuszzen. (17/2)
Tradisi ini, katanya, sudah berlangsung turun temurun.
Sehingga tanpa diumumkan pun warga sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak pagi hari.
“Kegiatan ini sangat positif karena dengan acara besik kubur bisa membangkitkan kekompakan masyarakat. Daerah lain belum tentu ada tradisi seperti ini, jadi sudah semestinya kita lestarikan dan jaga dengan catatan tetap dalam jalur yang benar sesuai ajaran islam, jangan sampai melenceng meminta pada orang yang sudah meninggal,” jelasnya.
Momen ziarah kubur tersebut dijadikan sebagai pengingat kaum muslimin agar mengingat kematian yang teramat dekat.
Selain berdoa, salah satu kegiatan kaum muslimin saat ziarah kubur adalah tabur bunga dan air.
“Menabur bunga memang tidak ada di zaman Nabi. Bagaimana kisah di zaman nabi? ada di zaman nabi itu pelepah kurma, jadi nabi itu melewati dua kubur yang disiksa, kemudian pelepah kurma dibagi dua, nabi menancapkan setiap kubur satu belahan,” ungkap Buya Yahya.
Adapun maksud dari menancapkan pelepah kurma di atas kubur, Nabi Muhammad SAW mengurai penjelasan yang belakangan diungkap sang sahabat.
“Nabi mengatakan ‘semoga Allah akan meringankan siksa kepada dua mayat yang dikubur selagi dia (pelepah kurma) belum kering. Inilah sahabat nabi berwasiat ‘tolong kalau aku mati, tancapkan pelepah kurma supaya Allah ringankan dosa saya. Semua yang ada di bumi dari bebasahan bertasbih, tasbihnya itu menjadi mayat tenang,” ujar Buya Yahya.
Dari kisah tersebut akhirnya para ulama pun sepakat bahwa tabur bunga saat ziarah kubur adalah hal yang diperbolehkan selama dengan niat baik.
“Para ulama mengatakan, bunga-bunga itu kan suatu yang segar, bisa jadi punya makna seperti pelepah bunga tersebut. Jangan sampai berlebihan, kalau punya bunga di rumah ambil bunga sendiri,” tambah Buya Yahya.
Selain itu, hal penting kala tabur bunga diungkap Buya Yahya adalah jangan sampai mengikuti kebiasaan orang kafir.
“Jangan meniru gaya orang kafir. Itu hanya menabur bunga, selesai. Niatnya selagi ini bunga masih basah, meringankan siksa (mayat di kubur). Hal-hal ini yang sangat mungkin dipahami dengan baik,” pungkas Buya Yahya.
“Kalau enggak pakai bunga ya enggak apa-apa, yang penting istighfarnya, doanya lancar. Cuma jangan ada degan (kelapa muda), tikar, telur, barang berharga jangan taruh di kubur,” jelasnya.
Doa Ziarah Kubur
Setelah mengetahui hukum tabur bunga di kuburan, berikut adalah doa ziarah yang harus diketahui kaum muslimin.
Doa Ziarah Kubur singkat
Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah
Artinya:
Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya insyaallah kami akan menyusul kalian.
Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua. (HR Ibnu Majah)
Doa ziarah Kubur Panjang
Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.
Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.
Artinya:
Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya.
Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya.
Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun.
Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.
Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari istrinya.
Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka.
Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya. (HR Muslim). (fal)
Editor : Baskoro Septiadi