RADARSEMARANG.ID — Negara-negara di Timur Tengah terkenal memiliki banyak cadangan minyak.
Faktanya, hanya setengah dari cadangan minyak di dunia yang terletak di wilayah itu.
Timur Tengah memberikan 30 persen dari total produksi minyak bumi di dunia dan 17 persen dari produksi gas bumi.
Pemasok utamanya adalah Arab Saudi, Iran, dan Irak.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026: Tanggal, Venue, Grup, 48 Negara Peserta
Negara-negara lain yang memiliki wilayah lebih kecil juga menghasilkan minyak dalam jumlah besar, tapi produksinya masih lebih sedikit dibandingkan tiga negara tersebut.
Namun, negara dengan produksi minyak bumi terbesar di dunia bukanlah negara dari kawasan Timur Tengah.
Sekarang, Amerika Serikat menjadi negara penghasil minyak terbesar.
Negara yang memiliki cadangan minyak paling banyak adalah Venezuela.
Keunggulan kawasan Timur Tengah adalah memiliki cadangan minyak yang mudah dicapai karena terletak di dalam lapisan sedimen yang tidak terlalu dalam.
Sebab itu, 50 persen dari cadangan minyak yang bisa diambil di dunia terletak di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, minyak yang berada di Timur Tengah digolongkan sebagai "light and sweet" sehingga lebih mudah diolah dibandingkan minyak yang terdapat di lapisan batuan Venezuela yang "padat dan lengket."
Alasan mengapa wilayah Timur Tengah memiliki cadangan minyak yang besar dan mudah dijangkau dibandingkan daerah lain di dunia adalah karena adanya perairan purba yang disebut Samudra Tethys.
Sekitar 250 hingga 50 juta tahun lalu, wilayah Timur Tengah berupa lautan yang terkurung antara dua benua kuno bernama Gondwana dan Lurasia.
Samudra Tethys adalah perairan tropis yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup seperti plankton, terumbu karang, ikan, cephalopod, dan reptil laut yang disebut ichthyosaurs.
Ketika plat tektonik Bumi bergerak, plat Afrika dan Arab bertabrakan dengan plat Eurasia.
Baca Juga: Iran Bakal Tarik Biaya Tarif Tol untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Gempa bumi yang terjadi secara perlahan menyebabkan Samudra Tethys menyusut lalu tertutup.
Laut pun tertutup dan berubah menjadi kuburan yang sangat besar.
Minyak mentah dihasilkan dari proses alami yang berlangsung selama jutaan tahun.
Alga, plankton, dan organisme laut lainnya yang terselubung di bawah lapisan sedimen di wilayah Timur Tengah dan Teluk Persia mengalami proses perubahan karena panas, tekanan, dan masa waktu yang lama.
Akhirnya, energi Matahari yang tertangkap oleh organisme tersebut selama ratusan juta tahun berubah menjadi bahan bakar berupa cair dan gas.
Tambang minyak pertama di Timur Tengah terletak di sebuah lapangan minyak di bagian barat daya Iran. Penjelajahan di daerah yang disebut Masjid Suleiman berhasil menemukan minyak pada tahun 1908.
Sekarang, konflik di Timur Tengah yang dimulai karena serangan dari Amerika Serikat dan Iran membuat harga minyak dunia terus naik.
Masyarakat harus merubah cara berpikirnya dari menganggap Indonesia sebagai negara yang kaya minyak menjadi sebaliknya.
Indonesia dulu pernah kaya akan minyak, tapi itu sudah 20 tahun lalu.
Saat ini, Indonesia justru harus membeli 50% bahan bakar minyak dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Kalau ada orang bilang kita negara kaya minyak, itu sudah lama, dulu, 20 tahun yang lalu.
Cadangan minyak Indonesia hanya menyumbang 0,2 persen dari total cadangan minyak di seluruh dunia.
Sementara itu, cadangan gas bumi hanya menyumbang 1,2% dari total cadangan gas bumi di seluruh dunia.
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang hanya sekitar 3,5% dari total penduduk dunia, maka perlu berusaha keras untuk mengembangkan sektor energi agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi