RADARSEMARANG.ID – Pemerintah Indonesia kembali bersiap meluncurkan paket stimulus ekonomi terbaru, yang disebut-sebut sebagai gelombang ketiga setelah dua paket sebelumnya dirilis pada Juni dan September 2025.
Kabar ini dibocorkan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyebutkan bahwa paket stimulus ekonomi tahap ketiga tersebut.
Saat ini sedang dimatangkan secara teknis dan akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Yang gelombang ketiga ada lagi yang belum diumumkan. Nanti biar Pak Menko Perekonomian yang mengumumkan,” ujar Purbaya, Rabu (8/10/2025).
Menurut Purbaya, paket stimulus ekonomi gelombang ketiga ini akan mulai berlaku pada kuartal IV tahun 2025, dan kini tengah dalam tahap finalisasi oleh tim teknis lintas kementerian.
Ia menyebutkan bahwa pembahasan teknis akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, dan pengumuman resmi kemungkinan besar akan dilakukan antara 17 hingga 18 Oktober 2025.
“Harusnya minggu-minggu ini mau didiskusikan sama tim teknis. Mungkin minggu depan sudah bisa diumumkan. Mungkin tanggal 17 paling lambat sudah diumumkan semuanya,” ujarnya menjelaskan.
Purbaya mengungkapkan bahwa stimulus baru ini bukan merupakan kebijakan yang sepenuhnya baru, melainkan penguatan dari dua paket stimulus sebelumnya.
Paket sebelumnya terdiri dari:
8 program akselerasi ekonomi,
4 program lanjutan, dan
5 program penyerapan tenaga kerja.
Melalui gelombang ketiga, pemerintah akan memperluas cakupan sektor penerima stimulus dan memperkuat program yang sudah berjalan, terutama di sektor produksi, tenaga kerja, dan UMKM.
“(Dari paket sebelumnya) tambah sedikit, tambah lagi. Nanti Menko Perekonomian yang umumkan, harusnya minggu depan atau hari Jumat ini. Ada yang diperkuat saja,” kata Purbaya.
Kendati banyak pihak menantikan angka pasti besaran dana yang akan dikucurkan, Purbaya belum bersedia membeberkan alokasi anggaran stimulus ekonomi 2025 gelombang ketiga tersebut.
“Saya lupa angka semuanya. Kan sana sini tambah-tambah terus, ada banyak lah,” tuturnya.
Sebelumnya, dua paket stimulus ekonomi yang telah digulirkan pemerintah pada Juni dan September 2025 disebut berfokus pada pemulihan daya beli masyarakat, dukungan bagi sektor riil, serta penguatan industri padat karya.
Gelombang ketiga ini diperkirakan akan menjadi tahap penguatan terakhir di tahun 2025, sebelum pemerintah menyusun kebijakan fiskal dan stimulus tahun 2026.
Langkah pemerintah untuk menambah paket stimulus pada akhir tahun menandakan adanya strategi penguatan pertumbuhan ekonomi domestik, di tengah situasi global yang masih tidak menentu.
Dengan tambahan stimulus ini, pemerintah berharap dapat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5%, memperluas lapangan kerja baru, serta memastikan kestabilan harga dan daya beli masyarakat menjelang pergantian tahun fiskal.
Jika pengumuman dilakukan sesuai jadwal, maka Oktober ini akan menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menutup tahun dengan sinergi fiskal yang kuat.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi