Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jangan Salah Kaprah, Ini Dia Penjelasan, Manfaat Serta Efek Samping Vasektomi

Deka Yusuf Afandi • Jumat, 2 Mei 2025 | 20:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penerima bansos untuk vasektomi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penerima bansos untuk vasektomi.


RADARSEMARANG.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan usulan mengenai syarat penerima bantuan sosial atau Bansos harus melakukan Vasektomi.

Bahkan, dirinya berencana jika ada warga yang bersedia divasektomi akan diberi insentif Rp 500 ribu. Hal ini dilakukan untuk menekan tingginya angka kelahiran dari penduduk miskin.

Tentu dengan alasan tersebut, orang nomor satu di Jawa Barat ini berharap seorang kepala keluarga yang melakukan Vasektomi bisa menjadi bentuk tanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan keluarga.

Namun. timbul pro kontra di kalangan Masyarakat. Ada yang menganggap Vasektomi merupakan hal yang wajar ada pula yang menganggap jika hal itu sebuah larangan.

Salah satunya datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis. Ia menyebut Islam melarang pemandulan permanen.

Vasektomi sendiri merupakan salah satu kontrasepsi permanen terhadap pria. Cara kerjanya memutus saluran sperma, sehingga tidak dapat masuk ke air mani saat ejakulasi.

“Islam melarang pemandulan permanen,” kata Cholil dikutip dari unggahannya di X, Jumat (2/5/2025).

Di dalam Islam, ia mengatakan yang dibolehkan hanya mengatur jarak kelahiran. Bukan kontrasepsi permanen.

“Yang dibolehkan mengatur jarak kelahiran. Pertumbuhan penduduk kita stabil dan malah cenderung minus,” ujarnya.

Menurutnya, cara menghentikan kemiskinan dengan membuka lapangan kerja. Bukan menyetop orang lahir.

“Menghentikan kemiskinan itu dengan membuka lapangan kerja bukan menyetop orang miskin lahir. Inilah pentingnya dana sosial,” pungkasnya.

Senada hal yang sama, Direktur Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja mengatakan, kebijakan tersebut tidak adil dengan memaksa calon penerima bansos untuk patuh.

Padahal menurut Elisa, vasektomi atau KB untuk pria itu bukan merupakan hal yang buruk. Sebaliknya, ia menilai vasektomi adalah jenis kontrasepsi yang amat baik.

"Yang berbahaya itu saat KB entah itu untuk perempuan atau laki-laki disyaratkan pada penerima bansos. Itu sudah diskriminatif," kata Elisa.

Lalu sebenarnya apa itu Vasektomi ?

Vasectomy atau vasektomi adalah prosedur operasi steril dengan cara memotong atau mengikat vas deferens, yaitu saluran di dalam skrotum yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma melalui uretra pada penis.

Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur kontrasepsi permanen pada pria yang tidak berkeinginan untuk memiliki anak lagi.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa yang telah menjalani prosedur vasektomi masih bisa mengalami orgasme dan ejakulasi.

Namun air mani yang dikeluarkan tidak lagi mengandung sperma sehingga bisa mencegah kehamilan.

Ada sejumlah keunggulan yang melakukan Vasektomi ;

Pertama, Vasektomi sangat efektif untuk mencegah kehamilan bagi pasangan suami istri yang tidak ingin menambah momongan.

Kedua, jika melakukan Vasektomi minim risiko dan tidak ada efek samping.

Ketiga, tidak memengaruhi gairah dan kualitas hubungan suami istri. Jika pria yang menjalani vasektomi tetap bisa melakukan ereksi, orgasme dan ejakulasi.

Tentu, selain itu ada beberapa tahapan pelaksanaan sebelum melakukan Vasektomi.

Umumnya, vasektomi merupakan prosedur yang dapat dilakukan oleh pria dari berbagai kalangan usia.

Namun, tidak disarankan pria berusia di bawah 30 tahun atau pria yang belum memiliki anak untuk menjalani prosedur ini.

Selain itu, sebelum menjalani prosedur vasektomi, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik terlebih dahulu guna mengetahui kondisi secara menyeluruh.

Adapun sejumlah kondisi yang perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalani prosedur vasektomi adalah:

Terdapat luka parut atau infeksi kulit pada skrotum akibat kecelakaan.

Memiliki kelainan pada organ reproduksi, seperti hidrokel atau varikokel.

Sedang mengonsumsi obat antikoagulan dan antiplatelet.

Memiliki alergi terhadap anestesi lokal atau obat antibiotik.

Menderita infeksi saluran kemih atau infeksi organ kelamin berulang.

Pernah menjalani prosedur pembedahan pada alat kelamin.

Setelah dipastikan untuk layak menjalani vasektomi, dokter akan mengarahkan pasien untuk membersihkan alat kelamin sebelum menjalani pembedahan.

Tak hanya itu saja, ada, prosedur pelaksanaan vasektomi dapat dibedakan menjadi dua metode, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa sayatan

Vasektomi Konvensional

Vasektomi konvensional adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dua area, yaitu bagian bawah penis dan bagian atas skrotum.

Sebelum membuat sayatan, dokter dapat memberikan bius lokal di area testis dan skrotum untuk menghilangkan rasa nyeri.

Setelah itu, dokter dapat membuat lubang kecil pada kulit skrotum dan memasukkan alat penjepit khusus untuk mengeluarkan vas deferens.

Kemudian, vas deferens akan diikat atau dipotong. Saluran ini kemudian akan ditutup dengan menggunakan benang jahit atau pun dengan metode panas yang sama dengan metode konvensional.

Setelah dipastikan tidak ada perdarahan, vas deferens akan dimasukkan kembali ke dalam skrotum. Metode tanpa sayatan ini umumnya tidak memerlukan jahitan pada skrotum.

Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur yang tergolong aman dan minim efek samping. Namun, terdapat beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur ini, yaitu:

 Infeksi pada luka bekas sayatan.

Hematoma atau penggumpalan darah di dalam skrotum.

Testis terasa penuh dan tidak nyaman.

Granuloma sperma, yaitu benjolan keras yang muncul karena peradangan akibat kebocoran sperma.

Hidrokel, yaitu kondisi ketika terdapat kantung berisi cairan di sekitar testis sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan pada skrotum.

Spermatokel, yaitu kista jinak yang terbentuk di dalam epididimis (tabung yang menghubungkan testis dengan vas deferens).

Nah tentu yang ingin melakukan vasektomi harus benar-benar mempertimbangkan diri sebelum dilakukan penindakan.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#Vasektomi bersifat permanen #Apa Itu Vasektomi #vasektomi haram #apakah vasektomi tetap bisa hamil #Risiko dan Efek Samping Vasektomi #metode vasektomi #efektivitas Vasektomi #Manfaat Vasektomi #risiko vasektomi #pengertian Vasektomi