RADARSEMARANG.ID – Pemilik akun Codeblue yakni William Andersen kini tengah viral karena banyak yang menganggap telah merusak bisnis klunier melalui video reviewnya.
Bahkan, muncul aksi pemboikotan di media sosial yang menyerukan untuk menolak kedatangan codeblue.
Hal ini dilatar belakangi dari sebuah video kritikan terhadap toko roti yang saat itu tengah di review oleh Codeblue.
Nah, kasus ini bermula ketika Codeblu mengunggah sebuah ulasan negatif pada 15 November 2024 soal salah satu toko kue yang diduga telah memberikan nastar berjamur ke sebuah panti asuhan.
Dalam unggahan itu, Codeblu mengaku mendapat informasi dari seseorang yang diduga bekerja di toko kue tersebut.
Meskipun tak disebutkan nama brand pemilik toko kue itu, publik banyak yang berasumsi bahwa toko kue yang dimaksud Codeblu ini adalah Brand CLAIRMONT.
Pada akhirnya, brand tersebut mendapat banyak kritikan dari warganet.
Usai polemik yang semakin memanas itu, pihak CLAIRMONT kemudian mengeluarkan pernyataan resmi pada 17 November 2025.
Dalam pernyataannya itu, Brand CLAIRMONT membantah tuduhan yang menyebut telah mendistribusikan produk kadaluarsa ke sebuah Panti Asuhan di wilayah Jakarta Selatan.
Dalam klarifikasinya itu juga, Brand CLAIRMONT menegaskan bahwa produk yang akan dikeluarkan pasti melewati proses Quality Control terlebih dahulu, serta memastikan keamanannya untuk dikonsumsi.
Usai ditulusuri muncul akun Instagram yang mengatasnamakan Team Gabut membongkar seluruh video review makanan yang Codeblue bikin.
Hingga akhirnya, Codeblu meminta maaf atas video tersebut karena dianggap berlebihan dan tidak sesuai fakta.
Terlepas dari itu, rupanya ada seruan boikot untuk dirinya. Codeblu dinilai sebagai oknum food reviewer yang mencari penonton dan 'engagement' lewat dramatisasi di media sosial
Berita viral ini lantas membuat banyak orang penasaran akan latar belakang pemilik akun Codeblu, William Andersen.
William Andersen mulai dikenal sebagai food reviewer sejak 2023.
Melalui kontennya, dia membagikan pengalaman mencicipi berbagai kuliner dengan membawa embel-embel review jujur.
Awalnya reviewer kuliner ini diketahui bahwa dia tidak pernah menampilkan wajahnya dalam setiap ulasan makanan yang dia buat.
Namun setelah terlibat dalam suatu peristiwa, identitasnya mulai terungkap, termasuk dengan nama aslinya.
Meski aktif di dunia kuliner, Codeblu ternyata berasal dari latar belakang yang berbeda.
Dia adalah lulusan S2 financial engineering dan juga pernah bekerja di bidang pertambangan di Jakarta.
Setelah meniti beberapa waktu, dia memutuskan untuk pensiun lebih awal dan menetap di Bali, tempat yang menjadi sumber inspirasi bagi perjalanan barunya.
Baca Juga: Menunggu Buka Puasa, Berikut 10+ Aplikasi Nonton Film untuk Ngabuburit, Selain LK21 dan IndoXXI
Selain menjadi food vlogger, dia juga menjalankan bisnis di industri makanan dengan mendirikan toko kue yang bernama Isaura Cake FaClairmontory.
Toko kue tersebut didirikan bersama dengan adiknya. Selain itu, dia juga mempunyai bisnis kue lapis legit dan canele yang diberi nama Tokyo Legit.
Tak hanya itu saja, seruan boikot terhadap Codeblu dalam kasus dugaan pemerasan tersebut ramai di media sosial. Berbagai komentar dilontarkan untuk Codeblu, tak terkecuali Ci Mehong dan pemilik bisnis kuliner lain yang kerasa terdampak.
Akun Gastronusa yang selama ini kontra terhadap Codeblu menyerukan boikot tersebut, lengkap dengan 3 intensi.
Di antaranya Codeblu dinilai mencari penonton dan engagement, mencari keuntungan dengan menekan tempat usaha, dan sok-sokan menjadi food consultant.
Ci Mehong juga menyindir Codeblu, ia sempat diberikan rating terendah untuk kue lapis legit jualannya. Banyak food reviewer lain yang meninggalkan komentar setuju terhadap boikot tersebut.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi