RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sudah seminggu masyarakat wilayah Genuk Semarang terdampak banjir. Beberapa penyakit dirasakan oleh warga akibat banjir.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di Jalan Padi Tengah RT 2 RW 3, Kelurahan Gebangsari, tepatnya di rumah Simanungkalit, ketua RT setempat, dijadikan posko pengobatan dari Puskesmas Genuk.
Puluhan warga silih berganti untuk berobat. Ada yang mengeluhkan pusing, demam, ada juga yang mengeluhkan gatal-gatal.
Joko Santoso, salah satunya. Warga RT 3 RW 3 Gebangsari ini mengaku wilayah tersebut sudah hampir tiap tahun banjir. "Sehingga ini anugerah dikasih banjir," ujarnya.
Ia mengeluhkan gatal di kakinya akibat air banjir yang kotor. Dirinya juga diperiksa gula darah, asam urat, dan kolesterol. "Saya minta salep, dan obat, Alhamdulillah bagus hasilnya, normal semua," jelasnya.
Selain melakukan pemeriksaan di posko pengobatan, pihak Puskesmas juga melakukan pengobatan secara door to door.
Bersama Plt Lurah Gebangsari, PSM Genuk, dan tenaga kesehatan lainnya. Mereka menuju rumah Bambang Gautama.
Terlihat perempuan berusia lanjut tak berdaya. Sehingga harus segera diobati. Pihak puskesmas mendatangi dan dilakukan Trigliserida serta EKG atau Electrokardiografi.
Dokter Puskesmas Genuk, dr Rahmi, mengungkapkan dampak banjir sangat dirasakan oleh masyarakat. Banyak yang gatal-gatal atau rangen, demam, dan lainnya.
Pihaknya juga melakukan pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tensi darah, gula darah, kolesterol, trigliserida dan EKG atau Electrokardiografi.
"Kami sudah memeriksa puluhan pasien di sini, kami juga melakukan pemeriksaan secara door to door," ujarnya.
Puskesmas Genuk juga melakukan posko kesehatan di beberapa kelurahan, yakni Kelurahan Trimulyo, Kelurahan Terboyo Wetan, Kelurahan Terboyo Kulon, Kelurahan Muktiharjo Lor, Kelurahan Gebangsari, Kelurahan Genuksari, dan Kelurahan Banjardowo.
Sementara itu, Plt Lurah Gebangsari, Mudzakir, menjelaskan pemeriksaan kesehatan ini sangat membantu masyarakat, karena akses ke Puskesmas Genuk masih tergenang setinggi 20 - 25 sentimeter.
Pihaknya mengajukan kuota minimal 20 warga di tiap RW dari 11 RW. Atau lebih dari 200 warga yang terdampak banjir.
"Sebagai kepedulian, apabila tidak bisa ke posko, akan didatangi," ujarnya.
Mudzakir mengimbau masyarakat selalu menjaga kondisi badan, tetap waspada, dan selalu menjaga kebersihan.
"Kalau tidak ada keperluan mendesak, di rumah saja," himbaunya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi