RADARSEMARANG.ID, Dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, melontarkan peringatan keras kepada kelompok Houthi.
Danon menyatakan bahwa Houthi menghadapi risiko "nasib menyedihkan" seperti Hamas dan Hizbullah jika terus melancarkan serangan terhadap Israel.
Ancaman ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Houthi, yang dikenal sebagai kelompok bersenjata dengan dukungan Iran dan penguasaan besar atas wilayah Yaman, telah berulang kali melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel.
Serangan-serangan ini diklaim sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang mengalami serangan intensif dari Israel.
Pernyataan Keras Israel
Dalam pidatonya di forum Dewan Keamanan PBB pada 30 Desember 2024, Danon memberikan peringatan terakhir kepada Houthi agar menghentikan serangan mereka.
“Kepada Houthi, mungkin Anda tidak memperhatikan apa yang terjadi di Timur Tengah selama setahun terakhir,” ujar Danon dengan nada tegas.
Ancaman ini sejalan dengan pernyataan Menteri Energi Israel, Eli Cohen, yang menyatakan kemungkinan eliminasi pemimpin Houthi, Abdul-Malik al-Houthi, jika kelompok tersebut tidak menghentikan aksinya.
Cohen bahkan secara langsung membandingkan nasib Abdul-Malik dengan dua pemimpin kelompok lain yang telah dieliminasi Israel.
Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, yang tewas dalam serangan di Gaza pada Oktober 2023, dan Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, yang tewas dalam serangan di Beirut pada September 2023.
Serangan Balasan Israel
Pekan lalu, Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap posisi Houthi di ibu kota Yaman, Sana’a, serta di provinsi pesisir Al-Hudaydah.
Serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan rudal dan drone Houthi yang menargetkan kapal-kapal kargo Israel di Laut Merah.
Konflik ini menjadi bukti betapa kompleks dan luasnya jangkauan konflik di kawasan tersebut.
Dukungan Houthi terhadap Gaza
Houthi secara terbuka menyatakan bahwa aksi mereka adalah bentuk dukungan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, di mana lebih dari 45.500 orang tewas akibat konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
Serangan terhadap kapal-kapal Israel atau yang terkait dengan Tel Aviv di Laut Merah menjadi salah satu cara Houthi menunjukkan solidaritas terhadap Gaza.
Fokus Israel pada Iran dan Houthi
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menegaskan bahwa fokus utama Israel saat ini adalah Yaman dan Iran.
Menurut Cohen, “Ketidakstabilan di Timur Tengah akan terus berlanjut jika Iran tidak dihentikan.”
Israel juga dikabarkan sedang mengumpulkan informasi untuk menargetkan pemimpin Houthi, dengan keyakinan bahwa eliminasi tersebut akan melemahkan kekuatan kelompok tersebut secara signifikan.
Eskalasi yang Mengancam
Ketegangan antara Israel dan Houthi mencerminkan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Dengan ancaman terbuka dari Israel dan serangan balasan yang terus berlanjut, kawasan ini berada di ambang potensi konflik besar yang melibatkan banyak aktor regional.
Situasi ini memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional untuk mencegah krisis yang lebih dalam.
Editor : Tasropi