Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Begini Sejarah Sekolah PAUD Yuni Shara, Per Bulan Cukup Bayar Rp 3.500 Saja

Deka Yusuf Afandi • Senin, 2 Desember 2024 | 19:56 WIB
Sekolahan PAUD milik Yuni Shara
Sekolahan PAUD milik Yuni Shara

RADARSEMARANG.ID – Yuni Shara, Wanita kelahiran Batu, Malang, 3 Juni 1972 ini sangat peduli dengan pendidikan.

Terbukti, dirinya mendirikan sebuah sekolahan yang bernama Yayasan Cahaya Permata Abadi.

Dirinya pun didapuk sebagai Ketua Yayasan tersebut. Yayasan ini yang membawahi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) terpadu di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Sekolah milik Yuni Shara diberi nama PAUD Cahaya Permata Abadi.

Bahkan di sekolahan milik Yuni Shara ini mempermudah wali murid, yakni dengan membayar SPP murah banget dengan merogoh Rp 3.500 per bulan saja.

Biaya SPP ini juga bisa dibayar dengan menggunakan sayur atau buah jadi tidak berupa uang.

Selama beberapa tahun, termasuk di tahun ini, uang bayaran sekolah tersebut tidak naik sama sekali, seperti tertera di laman resminya paudcahayapermataabadi.com.

Hal ini sengaja diterapkannya agar anak-anak di sana bisa sekolah sesuai impian Yuni Shara.

Meskipun, SPP di sekolahan Yuni Shara ini murah dan konon katanya tidak mengalami kenaikan. Para siswa tetap mendapatkan berbagai fasilitas.

Fasilitas tersebut terdiri dari penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, pemeriksaan THT (telinga hidung tenggorokan); pemberian Vitamin A; dan terakhir pemeriksaan kesehatan gigi.

Pemberian fasilitas kesehatan tersebut pun terlihat beberapa kali dibagikan ke akun Instagram milik PAUD Cahaya Permata Abadi, @cahayapermataabadi.

Pihak sekolah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pemenuhan fasilitas siswa.

Sekolah ini juga dilengkapi dengan beragam program menarik seperti day care, playgroup, sampai taman bermain. Tersedia pula beberapa fasilitas seperti ruang aula, halaman luas, ekstrakurikuler, dan lain-lain.

Bahkan, teman Yuni Shara yakni Maia Estianty merasa takjub dengan sekolahan milik Yuni Shara tersebut.

Melalui akun Youtube MAIA ALELDUL TV, Maia Estianty bersama sang suami Irwan Mussry menjanjikan untuk terus melengkapi bangunan tersebut.

"Jadi waktu itu Yuni masih sewa tanah, terus akhirnya Yuni cari suporter, sponsor, dan akhirnya Alhamdulillah Mas Irwan support dan bisa membeli tanah ini, karena memang concern-nya Mas Irwan bangun sekolah-sekolah PAUD," ungkap Maia dalam unggahan di akun Youtube MAIA ALELDUL TV dikutip pada Kamis, 28 November 2024.

Hal yang menarik lainnya ialah, Yuni Shara menamai ruang aula di sekolahnya dengan nama ibunda Irwan, R.A. Djoewati Mussry Nitidisastro atau Djoedjoek.

"Ada sejarahnya ibunya Mas Irwan juga membangun hotel yang lama di Batu," terang adik Krisdayanti.

PAUD Cahaya Permata Abadi telah berdiri sejak 2004. Sekolah ini dibangun sebagai PAUD terpadu yang terdiri dari PAUD, TK (Taman Kanak-Kanak), dan Taman Bermain.

Ia mengenakan kemeja model blazer cokelat dengan empat kantung merah dan rok midi cokelat. [@cahayapermataabadi]

Dalam penerapan program pendidikannya, PAUD menonjolkan enam aspek pengembangan, yaitu Kognitif, Bahasa, Sosio Emosional, Nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, serta Seni

Sekolah Yuni Shara telah memiliki 100 lebih anak murid yang sebagian besar berlatar belakang dari keluarga kurang mampu.

Sejak awal mendirikan sekolah yang diberi nama Cahaya Pertama Abadi itu, Yuni memang menyasar kalangan yang kurang mampu. Walaupun termasuk murah, tenaga pengajar di sekolah milik Yuni Shara merupakan sarjana PAUD.

Ia juga beberapa kali membagikan foto-foto dirinya di sekolah tersebut di media sosial.

Sementara, akun Instagram Cahaya Permata Abadi juga cukup sering membagikan foto-foto maupun video kegiatan mereka, termasuk saat Yuni berada di sana.

Yuni juga sempat menceritakan pengalamannya membangun sekolah melalui channel YouTube milik Ussy Sulistiawaty, yaitu 'Ussy Andhika Official' pada 4 November 2019.

Dalam video tersebut, pelantun Hilang Permataku ini menuturkan, bermula saat ia sedang berlibur di kampung halamannya.

Saat hendak pamitan, dia mendengar cerita yang miris. Anak mantan gurunya ternyata mau menutup sekolah karena bangunan di sekolahan itu sempat roboh. Lantas, hal itu membuat Yuni tersentuh dan memutuskan untuk membangun sekolah pengganti.

Saat itu dia belum punya tanah, jadi sementara harus menyewa kontrakan untuk dijadikan sekolah.

Sampai akhirnya mampu membeli tanah sendiri dan membangun sekolah, semua itu didanai sendiri oleh Yuni tanpa meminta bantuan dari pihak lain.

Walaupun tidak pernah berencana mendirikan sekolah semi formal sebelumnya, Yuni mengaku bersyukur dengan berdirinya sekolah itu.

Terbukti, sekolah yang telah dikelolanya selama tujuh tahun itu sudah mendapat akreditasi A, yaitu peringkat baik dari pemerintah.

Sekolah tersebut kini sudah memiliki ratusan anak didik dengan 14 tenaga pengajar profesional.

Ussy pun berdecak kagum mendengarkan cerita sahabatnya yang begitu peduli pada dunia pendidikan, terutama untuk anak-anak.

Seiring berjalan waktu, Yuni sepertinya makin fokus di bidang pendidikan dan bukan tak mungkin akan membuka sekolah lain. (dka/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#PAUD #Yayasan Cahaya Permata Abadi #sekolahan Yuni Shara #PAUD Cahaya Permata Abadi #yuni shara #paud yuni shara #suami maia estianty #maia estianty #VIRAL