Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

VIRAL! Bos Batik di Pekalongan Sebar Duit Rp 35 Juta, Reaksi Netizen: Kok Kayak Peternak Lagi Ngasih Makan Ayam?

Iskandar • Sabtu, 7 September 2024 | 21:54 WIB
ribuan warga berebut uang yang dibagikan saat tradisi udik-udikan sebar duit di Pekalongan (ISTIMEWA/tangkapan layar)
ribuan warga berebut uang yang dibagikan saat tradisi udik-udikan sebar duit di Pekalongan (ISTIMEWA/tangkapan layar)

RADARSENARANG.ID—Aksi bagi-bagi duit dengan cara disebar di Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan pada Jumat, 6 September 2024, viral di media sosial.

Beberapa warga jatuh pingsan akibat aksi sebar uang yang dalam tradisi lokal disebut udik-udikan. Untuk diketahui, jumlah uang yang disebar mencapai Rp 35 juta.

Aksi sebar duit yang viral, membuat netizen bereaksi. Rata-rata netizen menyayangkan cara bos batik menyebar duit dengan cara seperti itu.

“Kalau aku lihatnya seperti lg melecehkan orang susah, kayak lag ngasih makan ayam Fina.” Tulis Finaxxxxxx

Sedangkan akun Iqbalxxxx_xxxxmenulis: “Apakah ada cara yang lebih baik? Yang memanusiawi? Nggak harus dilempar juga uangnya sedih gw lihatnya.”

Pun, akun Emexx.xxxxx, menulis: “Demi uang apapun dilakukan dan itu pun belum tentu dapat, apakah kondisi ekonomi sebagian besar rakyat kita di bawah berkecukupan.”

“Kan bisa dibagiin sesuai data penduduknya boss atau  memang sengaja biar dilihat org rame dan viralkah? Tulis akun Rudxxx

Keprihatinan serupa juga disampaikan oleh akun Lelyxxxxxx, “Yaa Allah, aku gak tahu niatnya ini apa, tapi banyak cara yang lebih baik untuk berbagi.”

Akun lusyxxx menulis begini: “Kok aku nglihatnya kyk perternak lagi ngasih makan ayam ya? Gak manusiawi.”

Sejumlah warga pingsan akibat berebut uang udik-udikan itu. Polisi langsung turun tangan menghentikan acara. Pasangan pengusaha batik yang menggelar dundunan yakni Ubaidillah dan Fitri Handayani.

Baca Juga: Update Terbaru Data Statistik Pelamar CPNS 2024 Per 6 September, Total Capai 3,2 Juta Pendaftar

Tradisi itu diadakan di depan rumah Ubaidillah di Banyurip Gang 2, Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, Jumat (6/9) siang.

Ribuan warga  antusias  datang ke lokasi. Mereka  sudah memadati lokasi  di depan rumah Ubaidilah, sebelum acara dimulai. Selain uang receh, ada juga uang kertas yang dibalut dengan permen. Si bos batik juga memberikan doorprize, seperti kipas angin, televisi, hingga kulkas bagi warga yang beruntung.

Saat penyebaran uang dilakukan, ribuan warga langsung saling berebut uang. Warga saling desak-desakan, berebut mendapatkan uang. Beberapa warga pingsan.  Melihat kondisi semakin tidak kondusif, polisi setempat menghentikan aksi sebar duit tersebut.

Kapolsek Pekalongan Selatan, AKP Aries Tri Hartanto, menjelaskan, melihat situasi yang tidak kondusif, kegiatan akhirnya dihentikan. Aries menyebut, ada sejumlah warga yang pingsan akibat berdesakan. Ada juga yang sampai luka dan berdarah, dan bahkan kehilangan ponselnya.

 Bos batik, Ubaidillah, tidak menyangka warga yang datang mencapai ribuan. "Ini pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk syukur karena anak saya sudah mulai belajar jalan atau istilahnya dundunan, respons masyarakat juga di luar dugaan ramai banget yang datang," katanya.

 "Ini sebenarnya tidak ada Rp 35 juta jumlahnya, tapi ditambah banyak doorprize jadi mungkin sekitar segitu," tambah Ubaidilah. (isk)

Editor : Iskandar
#Bos Batik Pekalongan #Batik Pekalongan #bos batik di pekalongan sebar uang #Pekalongan #udik-udikan