RADARSEMARANG.ID – Peristiwa G30S PKI merupakan peristiwan kelam dan kejam dalam sejarah Indonesia.
Peristiwa G30S PKI terjadi di tahun 1965 saat pemberontakan yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia.
Gerakan ini dilatarbelakangi oleh dominasi ideologi Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (NASAKOM) yang berlangsung sejak era Demokrasi Terpimpin diterapkan yakni tahun 1959-1965.
Selain itu ketidakharmonisan hubungan anggota TNI dan PKI juga menjadi salah satu alasan pemberontakan tersebut.
Bahkan dalam tragedi G30S/PKI tersebut terdapat 6 jendral dan 1 perwira yang harus menjadi korban keganasan PKI pada saat itu.
Ketujuh korban tersebut kemudian dikenang sebagai pahlawan revolusi Indonesia.
Berikut daftar nama korban dari tragedi G30S/PKI atau sering disebut tragedi lubang buaya.
- Jendral (Anumerta) Ahmad Yani
Pria kelahiran Purworejo pada 19 Juni 1922 ini terbunuh dan menjadi salah satu korban pemberontakan G30S/PKI. Ia terbunuh pada tanggal 1 Oktober 1965 akibat mendapatkan fitnah ingin menjatuhkan Presiden Soekarno.
Pangkat Ahmad Yani sebelum terbunuh yakni sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang diperoleh pada tahun 1962.
Di tahun sebelumnya, tepatnya 1958 ia diangkat sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus di Padang, Sumatera barat untuk memberantas pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
- Letjen (Anumerta) S Parman
Siswondo Parman merupakan salah satu petinggi di TNI Angkatan Darat ordelama yang berkutat di bagian intelejen.
Ia memiliki mengabdi kepada negara untuk memperkuat kekuatan militer setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Dengan keahlian di bagaian intelejen, S Partman berhasil mengetahui rencana yang diusung oleh PKI untuk membentu angkatan kelima.
Hal tersebut yang membuatnya diculik, disiksa, dan dibunuh oleh PKI pada tanggal 1 Oktober 1965.
- Letjen (Anumerta) MT Haryono
Mas Tirtodarmo Haryono memiliki latar belakang dengan pahlawan revolusi lainnya. Dimana ia memiliki latar belakang pendidikan di Ika Dai Gaku yakni sekolah kedokteran.
Bahkan setelah kemerdekaan Indonesia, MT Haryono ikut terjun ke duni militer dan bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan berpangkat mayor.
M.T. Haryono kemudian berkarir di Kementerian Pertahanan dan sempat menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.
Pada tahun 1964, M.T. Haryono dipercaya menjabat sebagai Direktur Intendans dan Deputy III Menteri/ Panglima Angkatan Darat. Satu tahun setelahnya, ia gugur akibat pemberontakan G30S PKI.
- Letjen (Anumerta) Suprapto
Letjen (Anumerta) Suprapto merupakan salah satu pejuang Indonesia kelahiran Purwokerto 20 Juni 1920. Dalam pemberontakan G30S PKI, ia harus gugur terbunuh oleh PKI.
Hal tersebut ditenggarai penolakannya saat PKI mengajukan pembentukan angkatan perang kelima. Jasdanya ditemukan bersama korban yang lainnya di Lubang Buaya.
Karir Suprapto terbilang sangat bagus, dimana ia pernah urut serta dalam usaha bangsa Indonesia merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap. Kemudian ia melanjutkan karir militernya dengan masuk ke Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
- Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo
Sutoyo Siswomiharjo lahir di 28 Agustus 1922 di Kebumen. Dimana ia menempuh pendidikan di balai Pendidikan Pegawai Tinggi di Jakarta dan kemudian menjadi seorang pegawai Kantor Kabupaten di Purworejo.
Ia menjadi salah satu korban keganasan pemberontakan G30S/PKI karena menjadi salah stau yang menentang ketika PKI mengajukan pembentukan angkatan perang kelima.
- Mayjen (Anumerta) DI Panjaitan
DI Panjaitan atau Donald Isaac Panjaitan merupakan pejuang kelahiran 9 Juni 1925 di Balige, Tapanuli, Sumatra Utara. Ia juga sempat bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan menjadi Komandan Batalyon.
Namun, naas ia ikut terbunuh bersama jendral-jendral yang lain dalam pemberontakan G30S/PKI. Bhakan sebelum gugur ia sempat diangkat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat.
- Kapten (Anumerta) Pierre Tendean
Terbunuhnya Pieree Tendean dikarenakan untuk menyelamatkan Jendral A H Nasution dengan berpura-pura menjadi Jendral Nasution ketika tertangkat oleh kelompok G30S/ PKI.
Pria kelahiran akarta 21 Februari 1939 ini menjabat sebagai Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando daerah Militer II/ Bukit Barisan di Medan. Selain itu di April 1965, Pierre Tendean diangkat sebagai ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/ kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution.
Selain keenam jendral dan satu perwira yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI, juga terdapat korban-korban lainnya yang harus gugur akibat ganasnya kelompok pemberontak tersebut. Diantaranya :
- Brigjen (Anumerta) Katamso
Brigjen Katamso sendiri lahir pada 5 Februari 1923 di Sragen. Ia merupakan salah satu pejuang yang iangkat menjadi Shocando (prajurit yang pernah sekolah pada tingkat menengah pertama) PETA di Solo.
Di tahun 1958, Katamso ditugaskan ke Sumatera Barat untuk memberantas pemberontakan PRRI. Dimana ia disana sebagai Komandan Batalion A Komando Operasi 17 Agustus.
Namun, ia harus gugur dan menjadi korban keganasan kelompok pemberontakan G30S/PKI.
- I.P. II (Anumerta) KS Tubun
Karel Satsuit Tubun merupakan salah satu pejuang yang lahir di Maluku pada tanggal 14 Oktober 1928. Ia memulai karirnya di bidang militer saat masuk ke Sekolah Negara di Ambon dan diangkat sebagai Agen Polisi Tingat II.
Saat pemberontakan terjadi K.S. Tubun melawan pembeberontakan sehingga tertembak dan gugur. K.S. Tubun ditugaskan sebagai pengawal di kediaman Dr. Y. Leimena yang berdampingan dengan rumah Jenderal A H Nasution.
- Kolonel (Anumerta) Sugiyono
Sugiyono merupakan pahlawan revolusi yang lahir pada 12 Agustus 1926 di Desa gendaran, daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Pada tanggal 1 Oktober 1965, Sugiyono ditangkap di markas Korem 072 yang telah dikuasai gerombolan PKI sepulangnya dari Pekalongan.
Dirinya kemudian terbunuh di Kentungan, Yogyakarta. Sedangkan jasadnya ditemukan pada 22 Oktober 1965.
- Ade Irma Suryani
Berdasarkan Informasi, Ade Irma Suryani merupakan salah satu keganasan pemberontakan G30S/PKI. Dimana ia merupakan anak dari A H Nasution yang menjadi target utama dalam pemberontakan tersebut.
Saat itu, A H Nasution berhasil lolos dari gerombolan pasukan G30S/PKI dengan mendapatkan cedera di kakinya. Namun sayangnya, anak dari A H Nasution harus meregang nyawa dan gugur dalam kejadian tersebut.
Demikian beberapa nama pejuang dan pahlawan yang harus gugur dalam peristiwa kejamnya pemberontakan G30S/PKI. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi