Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kilas Balik Atlet Paralympics Indonesia di Ajang Paralimpiade dari Waktu ke Waktu, Ini Total Medalinya

Muhammad Iqbal Amar • Rabu, 28 Agustus 2024 | 22:06 WIB
ilustrasi merayakan kejuaraan Paralimpiade
ilustrasi merayakan kejuaraan Paralimpiade

RADARSEMARANG.ID - Tahun ini menjadi perhelatan akbar Paralimpiade Paris 2024 di Prancis.

Ajang Paralimpiade Paris 2024 tersebut menjadi pesta olahraga disabilitas terbesar di dunia.

Tentu saja, atlet paralympic Indonesia juga unjuk gigi dan berpartisipasi dalam pesta olahraga disabilitas terbesar di dunia.

Ini merupakan kesekian kalinya Indonesia mengirimkan kontingen sejak debut mengikuti Paralimpiade pertama kalinya pada 1976 di Toronto, Kanada.

Sebenarnya, paralimpiade yang merupakan kejuaraan terbesar bagi atlet disabilitas sudah diselenggarakan sejak 1960 di Roma, Italia.

Sejak saat itu, atlet paralympic Indonesia terus bermunculan dan konsisten mengirimkan perwakilan di hajatan olahraga empat tahunan bagi penyandang disabilitas itu.

Indonesia tercatat hanya absen sekali pada Paralimpiade Madrid 1992.

Jika ditotal, saat ini Indonesia sudah mengoleksi 27 medali. Enam diantaranya merupakan medali emas, tujuh medali perak, dan 14 medali perunggu.

Pada paralimpiade Tokyo 2020 lalu atlet paralympics Indonesia berhasil meraih sembilan medali.

Hasil tersebut menjadi prestasi terbaik sepanjang masa sejak pertama kali keikutsertaan dalam Paralimpiade.

Berikut kami sajikan informasi perolehan medali atlet paralympics Indonesia dari pertama kali debut hingga Paralimpiade terakhir di Tokyo

  1. Paralimpiade Toronto 1976 di Kanada

Indonesia meraih enam medali yang terdiri dari dua emas, satu perak, dan tiga perunggu saat debut di Paralimpiade Tokyo 1976.

Indonesia menempati posisi 26 klasemen.

Cabor lempar lembing nomor presis: Itria Dini

Cabor lawn bowls: Syarifuddin.

Cabor lari 100 meter putra: Ashari

Cabor tolak peluru putra: Itria Dini

Cabor lempar cakram: Saneng Hanafi

Cabor lempar lembing: Saneng Hanafi

  1. Paralimpiade Arnhem 1980 di Belanda

Tim Merah Putih meraih total enam medali terdiri dari dua emas dan empat perunggu pada Paralimpiade Arnhem 1980.

Perolehan itu menjadikan Indonesia finis pada posisi 27.

Cabor angkat besi: RS Arlen

Cabor lawn bowls: Yan Soebiyanto

Cabor lawn bowls: Moenali

Cabor lawn bowls berpasangan: RS Arlen dan Yamin Ismail

Cabor lawn bowls: Safri Tanjung

Cabor lawn bowls: Sigit Soepadi

Cabor lawn bowls: Soekarsan

  1. Paralimpiade Mandeville/New York 1984 di Amerika Serikat

Kontingen Indonesia membawa pulang medali perak dan perunggu pada Paralimpiade 1984.

Pencapaian ini membuat Indonesia hanya menempati rangking 39 dari 40 negara peserta.

Cabor lawn bowls: Ninik Umardiyani

Cabor lawn bowls: Kurnianto

Cabor lawn bowls: Memed Lesmana

  1. Paralimpiade Seoul 1988 di Korea Selatan

Seperti kejuaraan empat tahun sebelumnya, atlet Indonesia juga hanya mendapat dua medali perak dalam Paralimpiade 1988.

Indonesia menempati posisi 42 klasemen dari 46 negara.

Cabor lompat tinggi: Hadi Abdulaziz

Cabor tolak peluru putra: Soeparni

Setelah Olimpiade Seoul 1988, atlet Indonesia absen mengikuti Paralimpiade Barcelona 1992. Indonesia juga tidak meraih medali pada Paralimpiade Atlanta 1996, Sydney 2000, Athena 2004, dan Beijing 2008.

Kontingen Merah Putih akhirnya kembali membawa pulang medali pada 2012 berupa satu perunggu.

Hasil itu membuat Indonesia ada pada posisi akhir klasemen 59 bersama Sri Lanka.

Cabor tenis meja perorangan putra: David Jacobs

  1. Paralimpiade Rio de Janeiro 2016 di Brasil

Tim Indonesia juga mendapat satu medali perunggu pada Paralimpiade 2016. Hasil tersebut menempatkan Indonesia pada posisi bontot klasemen, yakni 65 bersama Mozambik, Pakistan, Filipina, Romania, dan Sri Lanka.

  1. Paralimpiade Tokyo 2020 di Jepang

Paralimpiade 2020 menjadi pencapaian terbaik Indonesia yang meraih sembilan medali berupa dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Indonesia finis pada urutan ke-43 klasemen.

Cabor bulutangkis ganda campuran: Hary Susanto dan Leani Ratri Oktila

Cabor bulutangkis ganda putri: Khalimatus Sadiyah dan Leani Ratri Oktila

Cabor bulutangkis tunggal putra: Dheva Anrimusthi

Cabor bulutangkis tunggal putri: Leani Ratri Oktila

Cabor angkat besi: Ni Nengah Widiasih

Cabor tenis meja perorangan putra: David Jacobs

Cabor bulutangkis tunggal putra: Fredy Setiawan

Cabor lari 100 meter putra: Saptoyoga Purnomo

Cabor bulutangkis: Suryo Nugroho

Sementara itu, sebanyak 184 negara akan berpartisipasi dalam Paralimpiade Paris 2024. Sekitar 4.400 atlet akan bertanding dalam 549 pertandingan dari 22 cabor.

Di antara atlet Indonesia peraih medali Paralimpiade sebelumnya, enam atlet akan kembali bertanding di Paralimpiade Paris 2024.

Mereka adalah atlet angkat besi Ni Nengah Widiasih, atlet lari Saptoyoga Purnomo, serta atlet bulutangkis Fredy Setiawan, Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sadiyah, dan Suryo Nugroho. (mia/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Lempar Cakram #paralimpiade #atlet paralympic #Tolak Peluru #pesta olahraga disabilitas #Paralimpiade Tokyo 2020 #Lompat Tinggi #medali perak #ANGKAT BESI #Paralimpiade Paris 2024 #kontingen #Medali Emas #medali perunggu #Indonesia #atlet disabilitas #Penyandang Disabilitas #prancis #lempar lembing #lawn bowls #lari 100 meter