Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Buntut Kasus Dokter Muda India Dirudapaksa, Petugas Medis India Menolak Mengakhiri Protes atas Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter  

Muhammad Iqbal Amar • Senin, 19 Agustus 2024 | 22:29 WIB

 

Gelombang protes dan mogok kerja dokter muda India yang menuntut keadilan terhadap korban pemerkosaan secara brutal yakni Dr. Moumita Debnath
Gelombang protes dan mogok kerja dokter muda India yang menuntut keadilan terhadap korban pemerkosaan secara brutal yakni Dr. Moumita Debnath

RADARSEMARANG.ID - Kasus pemerkosaan dokter India telah mengundang gelombang protes yang datang dari ribuan dokter muda negara tersebut.

Senin (19/08/2024), aksi menuntut keadilan terhadap kasus pemerkosaan dokter india masih dilancarkan oleh ribuan dokter yang menolak untuk mengakhiri protes.

Ribuan dokter muda India, selain melakukan aksi mogok kerja juga menggelar unjuk rasa yang telah berlangsung hampir seminggu setelah mereka melancarkan aksi nasional menuntut tempat kerja yang lebih aman dan penyelidikan kriminal yang cepat.

 Baca Juga: Pelaku Kasus Dokter India Dirudapaksa Ditangkap, Ternyata Mantan Residivis Kekerasan Terhadap Perempuan

Para dokter di seluruh negeri telah menggelar unjuk rasa dan menolak menangani pasien non-darurat menyusul pembunuhan  , 31, pada 9 Agustus 2024.

Dokter tersebut menurut polisi diperkosa dan dibunuh di sebuah rumah sakit di kota bagian timur Kolkata, tempat ia masih menjalani pelatihan.

Dilansir dari Reuters, seorang relawan polisi telah ditangkap dan didakwa atas kejahatan tersebut. 

Aktivis perempuan mengatakan insiden tersebut telah menyoroti bagaimana perempuan di India terus menderita kekerasan seksual.

 Baca Juga: Buntut Kasus Dokter India Diperudapaksa, Belasan Ribu Dokter India Murka dan Mogok Kerja

Meskipun undang-undang ketat diberlakukan setelah pemerkosaan massal dan pembunuhan seorang mahasiswa berusia 23 tahun di bus yang sedang melaju di New Delhi pada tahun 2012.

Pemerintah telah mendesak para dokter untuk kembali bertugas sementara pemerintah membentuk sebuah komite untuk menyarankan langkah-langkah guna meningkatkan perlindungan bagi para profesional perawatan kesehatan.

"Gencatan kerja dan aksi duduk tanpa batas waktu akan terus berlanjut hingga tuntutan kami dipenuhi," kata Dr. Aniket Mahata, juru bicara para dokter muda yang berunjuk rasa di RG Kar Medical College and Hospital, tempat insiden itu terjadi dinukil dari Reuters.

Dalam solidaritas dengan para dokter, ribuan pendukung dua klub sepak bola terbesar di negara bagian Benggala Barat berbaris di jalan-jalan Kolkata pada Minggu malam dengan meneriakkan "Kami menginginkan keadilan".

Kelompok yang mewakili dokter muda di negara bagian tetangga Odisha, ibu kota New Delhi, dan di negara bagian Gujarat juga mengatakan protes mereka akan terus berlanjut.

Gita Gopinath, wakil direktur pelaksana Dana Moneter Internasional, mengatakan kepada harian Business Standard India bahwa keselamatan di tempat kerja penting untuk meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di negara tersebut, yang mencapai 37% pada tahun anggaran 2022-23.

"Kita tidak dapat meningkatkan hal itu (partisipasi perempuan) tanpa memastikan keselamatan di tempat kerja dan keselamatan perempuan dalam mencapai tempat kerja. Itu sangat penting," kata Gopinath dalam wawancara yang dipublikasikan pada hari Senin. (mia/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#aksi mogok kerja #dokter muda #kolkata #unjuk rasa #dokter muda india #Moumita Debnath #dokter India #KEKERASAN SEKSUAL #pemerkosaan dokter india