Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kenali Apa Itu Roculax, Obat Bius yang Digunakan Mahasiswi PPDS Anestesi Undip untuk Bunuh Diri

Muhammad Iqbal Amar • Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:16 WIB
Ilustrasi. (Freepik)
Ilustrasi. (Freepik)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - ARL, 30, nekat menghabisi hidupnya atau bunuh diri dengan cara menyuntikkan obat bius ke dalam tubuhnya.

Peristiwa tersebut menambah catatan kelam kasus bunuh diri di semarang.

ARL yang merupakan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) nekat menghabisi nyawanya sendiri.

Diduga lantaran tak kuat menahan bullying yang dilakukan para seniornya saat menjalani PPDS Anestesi Undip di RSUP dr. Kariadi Semarang

Diketahui korban juga tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Menanggapi kejadian bunuh diri ini, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena membenarkan bahwa peristiwa memilukan ini merupakan kasus bunuh diri.

Katanya, korban melakukan bunuh diri dengan menyuntikkan obat ke badannya sendiri. Saat aksinya dilakukan, korban sengaja menutup dan mengunci pintunya dari dalam.

Kasatreskrim juga menyampaikan, saat ini masih dilakukan penyelidikan ihwal penyebab korban nekat melakukan bunuh diri.

Menurut kesaksian rekan korban yang enggan disebutkan namanya, Aulia Risma Lestari bunuh diri dengan menyuntikkan obat bius jenis Roculax.

Jenis obat tersebut hanya bisa diakses khusus untuk dokter anestesi.

“Korban bunuh diri di kamar kosnya dengan menyuntikkan Roculax di kamar kosnya,” ujarnya.

Dilansir dari klikdokter.com Roculax merupakan obat yang diindikasikan sebagai tambahan pada anestesi umum (bius total).

Obat tersebut berfungsi untuk mempermudah intubasi endotrakeal serta memberikan relaksasi otot rangka selama pembedahan. 

Roculax merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Intubasi endotrakeal
    • Dosis: diberikan dosis 0,6 - 1,2 mg/kg berat badan.
    • Dosis Pemeliharaan: diberikan dosis 0,1 - 0,2 mg/kg berat badan.
    • Penggunaan dengan infus kontinyu: Jika hambatan neuromuskuler mulai pulih dianjurkan untuk memulai pemberian infus Roculax dengan dosis muat 0,6 mg/kg berat badan. Pada pasien dewasa dengan anestesiaintravena kecepatan infus yang diperlukan untuk mempertahankan hambatan neuromuskuler pada tingkat ini berkisar 5 -10 mg/kg berat badan/menit. Pengawasan yang kontinyu terhadap hambatan neuromuskuler penting dilakukan karena kecepatan infus yang diperlukan bervariasi dari pasien ke pasien dan dengan metode anestetik yang digunakan.
  2. Anak-anak

    • Dosis awal: dosis 0,6 mg/kg berat badan.
    • Dosis pemeliharaan: dosis 0,075 - 0,125 mg/kg berat badan.
    • Infus kontinyu Roculax diawali dengan kecepatan 0,012 mg/kg berat badan/menit dapat digunakan untuk mempertahankan hambatan neuromuskuler pada pasien anak-anak.
    • Tidak ada data yang mendukung rekomendasi penggunaan rocuronium bromide pada neonatus (usia 0-3 bulan).
  3. Pasien usia lanjut ( 65 tahun) dan pasien dengan penyakit hati dan/atau saluran empedu dan/atau gagal ginjal
    • Dosis: 0,6 - 1,2 mg/kg berat badan.
    • Dosis pemeliharaan: 0,075 - 0,1 mg/kg berat badan. Kecepatan infus yang dianjurkan 5 - 6 mg/kg berat badan/menit.

Baca Juga: Kasus Dugaan Bunuh Diri Mahasiswi Kedokteran PPDS Anestesi Undip, Polisi Sebut Korban Menyuntikan Obat Ke Tubuhnya

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 2-8 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya.

Efek Samping

Efek samping paling umum terjadi berupa:

 

Editor : Baskoro Septiadi
#mahasiswi bunuh diri #Aulia Risma Lestari #RSUP dr Karyadi Semarang #kasus bunuh diri #obat bius #PPDS Anestesi Undip #BUNUH DIRI