Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terekam Endus Rambut Penumpang Wanita, Pria ini Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di KRL Commuter Line

Hardiana Ratnasari • Rabu, 7 Februari 2024 | 08:44 WIB
Viral video dugaan aksi pelecehan seksual seorang pria terhadap seorang penumpang wanita di KRL Commuter Line. (X (Twitter) @itsokayhoney_)
Viral video dugaan aksi pelecehan seksual seorang pria terhadap seorang penumpang wanita di KRL Commuter Line. (X (Twitter) @itsokayhoney_)

RADARSEMARANG.ID – Dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di KRL Commuter Line. Viral di media sosial, video rekaman aksi seorang pria yang diduga melecehkan penumpang wanita, dengan mengendus-endus rambutnya.

Video dugaan pelecehan berdurasi 7 detik ini dibagikan oleh pengguna akun X (Twitter), @itsokayhoney_, pada Senin (05/02/2024).

Pada postingannya, ia menuliskan saran untuk menambah jumlah gerbong KRL khusus wanita, demi menghindari aksi mesum penumpang pria.

Terlihat pada video, seorang wanita muda berpakaian biru kotak-kotak garis putih, tengah berdiri di dekat pintu KRL. Tubuhnya menghadap ke arah pintu. Tampak sebuah jedai rambut menjepit mahkota kepalanya.

Di belakang wanita tersebut, berdiri seorang pria paruh baya, mengenakan kaos warna abu-abu.

Viral video dugaan aksi pelecehan seksual seorang pria terhadap seorang penumpang wanita di KRL Commuter Line. (X (Twitter) @itsokayhoney_)
Viral video dugaan aksi pelecehan seksual seorang pria terhadap seorang penumpang wanita di KRL Commuter Line. (X (Twitter) @itsokayhoney_)

Tampak pandangan pria tersebut hanya fokus ke kepala si wanita. Dan seiring gerakan KRL Commuter Line, kepala pria itu mulai terlihat semakin condong ke arah kepala wanita tersebut, dan akhirnya hidungnya bersentuhan dengan rambut si wanita.

Sementara wanita tersebut agaknya tidak merasakan bahwa rambutnya sedang diendus-endus oleh si pria.

“Halloooo @CommuterLine ga mau nambah gerbong khusus untuk wanita kah??? Masih banyak lo otak mesum yg menggunakan kesempatan saat kondisi kereta penuh penumpang seperti ini. Ngendus2 kepala orang secara sengaja pdhl bisa aja kepala di bapak madep kiri lo. Gilaaaa,” tulis akun @itsokayhoney_ pada caption video unggahannya, dengan menge-tag akun KRL Commuter Line.

Jika dilihat sekilas, gerakan pria tersebut wajar-wajar saja, orang akan mengira ia tak sengaja menyentuh rambut si wanita, karena gerakan terombang-ambingnya kereta KRL.

Namun apabila diperhatikan secara saksama, pria tersebut sebenarnya bisa saja memutar kepalanya ke samping atau menunduk, agar hidung, mulut, atau wajahnya tidak bersentuhan dengan rambut si wanita.

Tetapi pria tersebut tidak melakukan hal itu. Ia terlihat santai saja, seolah mencuri kesempatan dalam kesempitan, menikmati aroma rambut wanita tersebut.

Unggahan video ini dibalas langsung beberapa jam kemudian oleh humas KRL Commuter Line. Mereka mengimbau agar pengguna Commuter Line segera melapor, apabila melihat atau mengalami tindakan yang kurang menyenangkan.

Tanggapan KAI Commuter Line pada unggahan video dugaan aksi pelecehan seksual, (X (Twitter) @itsokayhoney_)
Tanggapan KAI Commuter Line pada unggahan video dugaan aksi pelecehan seksual, (X (Twitter) @itsokayhoney_)

“Selamat malam Kak. Kami sangat menyayangkan dan tidak menoleransi segala bentuk tindakan pelecehan seksual. Kami mengimbau apabila mengalami ataupun melihat tindakan-tindakan yang mencurigakan/tidak menyenangkan agar segera laporkan kepada petugas keamanan untuk dibantu tindak lanjuti serta tidak ragu untuk melakukan intervensi saat melihat tanda-tandanya.”

“Untuk kereta khusus wanita (KKW) tersedia di rangkaian paling depan dan belakang ya Kak. Saran serta masukan yang disampaikan menjadi catatan bagi kami demi meningkatkan kenyamanan pengguna jasa Commuterline. Terima kasih.”

Balasan komentar dari humas KAI Commuterline ini pun direspons kembali oleh sang pengunggah video.

“Baik Kak. Mungkin terutama di jam kerja harus ada gerbong lain yang ikhususkan untuk wanita. Klo sebelumnya udh ada 2 bisa tmbh 2 lg minimal, btw jdi banyak korban lain yang dm saya loh,” tulis pengguna akun @itsokayhoney_.

Respons pengunggah video pada balasan komentar Humas KAI Commuter Line atas video dugaan aksi pelecehan seksual. (X (Twitter) @itsokayhoney_)
Respons pengunggah video pada balasan komentar Humas KAI Commuter Line atas video dugaan aksi pelecehan seksual. (X (Twitter) @itsokayhoney_)

Unggahan video viral ini mendapat atensi miris warganet. Tak sedikit pula dari mereka yang mengalami pengalaman serupa ketika menaiki KRL Commuter Line.

Kok pada ngak ngelihat yach, durasi cukup utk org memperhatikan, kalau boleh usul sebaiknya pengguna kereta menggunakan tas model ransel baik perempuan dan pria, menghindari kemungkinan seperti ini, bila commuter line padat sebaiknya tangan berada posisi di dada,” tulis akun @imstyawan.

“teman aku juga minggu lalu PDnya dicolek sama bapak-bapak keknya pura-pura tidur, pura-pura geser tangan gitu. kalo sekali mungkin gak sadar kesenggol, tapi bapaknya tuh 3x nyoba colek-colek. ini posisinya duduk sebelahan. temen aku akhirnya berdiri, liat bapaknya merem tapi senyum, temen aku langsung turun di stasiun terdekat. Ii harus ngambil langkah serius,” curhat pemilik akun @paawced.

“idih najis dah bapaaakkkk itu perempuann bukan gorengan gausah di endus edussss….,” kata akun @hooplaa_.

“solusinya harus perbanyak rangkaian, karena makin kesini makin dikit, imbasnya perrangkaian kebanyakan cuma 10 kereta, tapi saran mbaknya bisa jadi solusi untuk saat ini (misa kereta khusus perempuannya jadi 4) sembari nunggu kereta baru, tulung @CommuterLine,” saran akun @afnanboma10.

“AHHH GUE JUAG PERNAH SAMA BAPAK BAPAK. PAS GUE MAU TURUN KAN OTOMATIS GUE BERDIRI< DIA MEPET MEPET KE GUE TERUS ANUNYA TUH BENER BENER KENA BGT SAMA BELAKANG GUE. POSISI GUE GMANA? YA KAGET SHOCK DIEM GATAU HARUS NGAPAIN, NGEFREEZE AJA GITU SAMPE GW TURUN,” curhat akun @akuumalaikat.

Editor : Agus AP
#KRL Commuter Line #krl #pelecehan seksual #commuter line