RADARSEMARANG.ID - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un terlihat menangis pada Pertemuan Ibu Nasional di Pyongyang, Minggu (3/12).
Diketahuin, Kim Jong Un menangis didepan ribuan Ibu untuk meminta mereka melahirkan lebih banyak anak.
Hal tersebut sebagai upaya menaikkan angka kelahiran di Korea Utara yang dikabarkan sedang menurun.
Kim mengatakan permasalahan penurunan kelahiran ini perlu adanya kerja sama dengan para ibu di negaranya.
"Mencegah penurunan angka kelahiran dan pengasuhan anak yang baik adalah tugas rumah tangga yang perlu kita tangani saat bekerja dengan para ibu," ujar Jong-un dikutip dari Independent, Kamis (7/12).
Dia juga menambahkan ada tugas negara yang perlu dikerjakan oleh para ibu. salah satunya yaitu merawat anak dengan baik untuk meneruskan nilai-nilai Korea Utara.
Juga meningkatkan keharmonisan keluarga dan membangun cara hidup budaya dan moral yang sehat.
"Ini adalah urusan keluarga kita bersama yang perlu kita selesaikan dengan bergandengan tangan dengan ibu kita," kata Kim Jong-un.
Meskipun Korea Utara hanya mengungkapkan sedikit rincian mengenai tren populasinya.
Menurut PBB dan Bank Dunia, tingkat kesuburan di Korea Utara berkisar antara 1,79-1,8 anak per perempuan sejak tahun 2020.
Angka tersebut turun dari angka tertinggi 4,05 pada akhir tahun 1960-an menjadi di bawah 2,1 pada akhir tahun 1990-an.
Menyusul program pengendalian kelahiran pada tahun 1970-an dan 80-an yang memperlambat pertumbuhan populasi pascaperang dan kelaparan besar pada pertengahan tahun 1990-an.
Menurut laporan media pemerintah Korea Utara tahun ini, negara tersebut telah memperkenalkan serangkaian tunjangan.
Bagi keluarga dengan tiga anak atau lebih, termasuk pengaturan perumahan gratis, subsidi negara, makanan gratis, obat-obatan dan perlengkapan rumah tangga, serta tunjangan pendidikan untuk anak-anak. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi