RADARSEMARANG.ID, Batang - Rombongan pelari Sungai Watch yang mengusung misi Run for Rivers melanjutkan perjalanan hari ke dua di Kabupaten Batang dari Kecamatan Gringsing, Selasa 5 Mei 2026 pukul 14.30 WIB.
Mereka melintasi jalur Alas Roban dengan medan yang naik turun. Di tanjakan pertama, Kelly sempat tertinggal dari rombongan hingga 100-an meter di belakang. Sesekali ia jalan kaki sebelum lanjut lari.
Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib akhirnya kembali bertemu sebelum di puncak tanjakan. Mereka saling menunggu.
Perjalanan kali ini kembali dikawal oleh komunitas sepeda dan pelari Gringsing. Namun mereka hanya sampai di tanjakan pertama tersebut sebelum Pos Polisi Roban.
Baca Juga: Lari Sambil Pantau Sampah, Pelari Run for Rivers Tiba di Gringsing Batang
"Tadi tanjakannya susah sekali, tinggi. Jadi haus sekali," kata Kelly.
Di sekitar pos polisi mereka sempat berfoto dengan truk-truk besar, bangkai kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Anak-anak dan ibu-ibu yang berjualan di sepanjang jalan Alas Roban ini pun keluar dari warungnya untuk ikut menyapa para pelari.
Aksi peduli lingkungan dari komunitas asing ini rupanya menarik perhatian khusus dari warga lokal.
Baca Juga: Melintasi Sungai Aji Kendal, Pelari Run for Rivers: Ini Sungai Terkumuh Sepanjang yang Kami Lintasi
Perjalanan juga dikawal ketat oleh TNI dengan mengendarai sepeda motor. Mengingat kepadatan lalulintas dan ada beberapa titik perbaikan jalan di sepanjang jalur. Serta para pelari dari Sungai Watch yang memanfaatkan jalur kanan untuk berlari.
Gary, selama perjalanan juga merasa medan Alas Roban ini cukup berat. Ada tanjakan panjang yang hatus dilewati dan cukup membuatnya banyak berkeringat.
"Tadi medannya naik, ya berat. Kita dibantu teman-teman tentara biar aman di jalan. Tadi juga melewati mobil-mobil rusak dan ada anak-anak kecil dan ibu-ibu itu seru sekali," ujarnya.
Sungai Watch sendiri merupakan komunitas peduli lingkungan di Indonesia yang berfokus pada upaya membersihkan sungai-sungai dari sampah, khususnya sampah plastik, agar tidak mengalir dan mencemari lautan.
Sepanjang jalan, mereka juga memantau kondisi sekitar terkait keberadaan sampah.
Selain berlalri, perjalanan pendiri Sungai Watch ini juga mendapatkan perhatian jurnalis cilik dari SMAN 1 Gringsing.
Devita Zahra Nur Azizah, 17, siswa kelas 11 cukup antusias melihat tiga warga negara Prancis ini punya kepedulian terhadap lingkungan.
Agus Jamaludin Haris, guru pembimbing ekstrakurikuler jurnalistik dari SMA 1 Gringsing, menyebut bahwa pihaknya sengaja datang ke lokasi bersama para siswa didiknya untuk meliput kegiatan inspiratif tersebut.
"Saya tertarik karena itu orang luar, orang asing peduli dengan lingkungan, dengan kondisi sungai di Indonesia ini," ungkap Agus ditemui di titik water station pertama di Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing.
Agus merasa miris sekaligus tergugah melihat kenyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal seharusnya memiliki kesadaran yang jauh lebih tinggi.
"Orang luar saja peduli dengan lingkungan kita, lah kita yang seharusnya orang sini seharusnya jauh lebih peduli," tambahnya.
Momen ini dimanfaatkan Agus sebagai sarana edukasi dan praktik langsung bagi anggota ekstrakurikuler jurnalistik SMA 1 Gringsing.
Ia menugaskan anak didiknya untuk mendokumentasikan seluruh rangkaian aksi dan menyusunnya menjadi sebuah laporan liputan.
Nantinya, tulisan dan dokumentasi tersebut akan dibagikan ke pihak sekolah sebagai kampanye kebersihan.
Melalui tugas peliputan ini, Agus berharap para siswanya dapat mencontoh program dan aksi nyata dari komunitas Sungai Watch, lalu menerapkannya di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
"Inilah yang ingin saya sampaikan, saya tanamkan kepada anak-anak didik saya untuk mencontoh aksi mereka. Jagalah lingkungan supaya manfaatnya bisa dirasakan secara luas," pungkasnya.
Hingga pukul 16.40 WIB mereka sudah sampai di titik water station ke dua di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih.
Pada titik ini mereka sudah menyelesaikan 815 kilometer dari target lari dari Bali menuju Jakarta dengan jarak 1.200 kilometer.
Mereka pada hari ke dua ini mereka lari sejauh 26 kilometer dengan titik akhir di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis.(yan)
Editor : Baskoro Septiadi