Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejumlah Siswa TK di Batang Mual Diduga Setelah Menyantap Mi Goreng Program Makan Bergizi Gratis, Begini Kronologinya

Riyan Fadli • Selasa, 15 April 2025 | 04:03 WIB

 

Kondisi mi goreng yang disantap oleh para siswa.
Kondisi mi goreng yang disantap oleh para siswa.

 

 

RADARSEMARANG.ID, Batang - Kabar kurang enak terdengar dari pelajar di Kabupaten Batang. Makan gratis di sekolah yang baru dimulai kembali, dikabarkan bikin mual-mual, Senin 14 April 2025.

Berdasarkan informasi yang tersebar, sejumlah anak TK mengalami mual setelah menyantap hidangan mi goreng.

Keluhan itu juga muncul di akun media sosial. Tiga murid TK Al Karomah Batang dilaporkan muntah sesaat setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu yang terdiri dari mi goreng, telur dadar, dan sayur.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.30 pagi saat sebagian besar anak sudah selesai makan. Adi Pras, salah satu orangtua murid, mengatakan anaknya muntah saat di sekolah.

“Tadi njemput anak, di jalan cerita kalau muntah, katanya setelah makan langsung pusing, ada tiga yang muntah dari kelas anak saya, ” katanya saat dihubungi media, Senin 14 April 2025.

Ia menyebut bahwa tidak hanya anaknya yang muntah, tapi juga dua murid TK lainnya.

Akibatnya, kini anaknya mengalami trauma dan enggan menyantap menu MBG di sekolahnya.

"Jadinya trauma, gak mau makan lagi di sekolah," ucapnya.

Sementara itu, anaknya yang bersekolah di SMPN 1 Batang juga mendapat menu yang serupa.

Ia menyebut jika mi gorengnya bau tapi tetap dipaksa makan. Tapi ada juga temannya yang memilih tidak makan. 

Adi pun menyayangkan pihak sekolah yang tetap menyuruh anak-anak makan tanpa memeriksa kualitas makanan terlebih dahulu.

“Gurunya juga harusnya juga makan biar tahu makanannya layak atau tidak. kalau layak ya gak apa-apa, tapi ini malah bikin trauma,” ucapnya.

Ema, ibu dari salah satu murid, menceritakan anaknya terlihat pucat sejak dijemput dari sekolah. Kemudian mengeluh perutnya sakit.

“Pas berangkat itu tidak apa-apa, pulang kok pucat. Terus cerita kalau mual, lalu perutnya sakit," ceritanya.

Ia menyebut anaknya menjadi trauma. Bahkan hingga sore, tidak mau makan masakannya karena takut muntah lagi.

Jika kondisi anaknya tidak membaik sampai esok hari, ia berencana membawa ke rumah sakit.

"Kalau anak TK mending makanan kering kayak puasa kemarin menurut saya. Bisa dibawa pulang, ini pendapat saya juga lho," tuturnya.

Di sisi lain, anaknya yang mendapat menu MBG di MAN Batang tidak ada masalah.

"Kalau anak saya yang di MAN menunya gak masalah, sampai di rumah dimakan juga," jelasnya.

Sementara itu dari pihak manajemen penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Batang, menanggapi keluhan di media sosial tersebut.

Hasan Al Sidiq, korlap MBG Kecamatan Batang menyebut dari pihak sekolah tidak ada komplain terkait hal yang ramai di media sosial.

Pihaknya pun langsung berinisiatif mencari informasi anak-anak yang mengalami mual-mual itu.

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Batang juga sudah melakukan pemeriksaan, mengambil sampel makanan.

"Bisa jadi ada yang tidak suka dengan menu yang diberikan, mungkin aroma mi dengan bawang goreng. Kami instrospeksi diri, ke depan tidak akan menggunakan mi sebagai pengganti karbohidrat lagi," tutur Hasan.

Ia bercerita kejadian terkait aroma makanan juga pernah terjadi sebelumnya.

"Ada juga cerita anak yang tidak suka ketika mencium aroma pisang. Sehingga kita mengantisipasi pisang dengan dibungkus plastik," ucapnya.

Pihaknya pun menyatakan, selalu berusaha maksimal menyediakan menu MBG untuk para siswa. Contohnya, selama bulan ramadan, susu selalu disediakan setiap hari.

"Padahal daerah lain mungkin susu tidak tiap hari, kami selalu berusaha maksimal," ucapnya.(yan/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Mbg #Makan Bergizi Gratis #batang