Wanita Rifaiyah Sembari Membatik, Lantunkan Syair-Syair Ajaran KH Ahmad Rifa'i
Riyan Fadli• Jumat, 22 September 2023 | 21:57 WIB
MEMBATIK: Warga Desa Kalipucang Wetan sedang membatik bersama di halaman belakang rumah.
RADARSEMARANG.ID, BATANG-Kabupaten Batang punya batik khasnya sendiri. Salah satunya adalah Batik Rifaiyah. Batik itu banyak diproduksi warga Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang. Bahkan pemerintah desa setempat turut mendukung dan menjadikan destinasi wisata bernama Desa Wisata Kampung Batik Rifaiyah.
Ada Galeri Batik Rifaiyah yang siap menerima kunjungan wisatawan. Batik itu dulu bernama Batik Tiga Negeri. Kemudian diganti menjadi Batik Rifaiyah agar lebih dikenal, sekitar tahun 2015. Proses perubahan nama tersebut sudah melalui izin pihak terkait. Proses pembuatan Batik Rifaiyah sendiri terbilang sakral. Ada adab-adab yang harus dilakukan.
Dinamakan Batik Rifaiyah karena yang membuat batik tersebut adalah wanita-wanita Rifaiyah. Sembari membatik, mereka melantunkan syair-syair ajaran KH Ahmad Rifa'i. Yaitu berkaitan dengan moral, ajaran Islam dalam bahasa Jawa, salawat, mengingat Tuhan, hingga mendalami nilai-nilai kemanusiaan.
"Galeri Batik Rifaiyah ini dikelola oleh BUMDes. Galeri ini kita buat untuk pengembangan Batik Rifaiyah. Tujuan membuat galeri ini ketika ada kunjungan dan wisata edukasi yang bisa dipusatkan di galeri," kata Sekretaris Desa Kalipucang Wetan, Bambang Edy Sudarmanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (21/9/2023).
Segmen pasar batik Rifaiyah sendiri menengah ke atas hingga kolektor batik. Batik ini biasanya karena disebut sebagai batik syar'i. Tidak ada unsur kehidupan atau makhluk hidup di motifnya. Jika ada motif burung, letak bagian-bagian tubuhnya sengaja dipisahkan. Proses pemberian malam juga dilakukan di kedua sisi kain.
"Intensitas pengunjung cukup lumayan. Sebelum pandemi Covid-19, setiap bulan pasti ada rombongan yang datang. Setelah pandemi tiba, hingga sekarang intensitas pengunjung berkurang. Sekitar dua bulan sekali baru ada rombongan berkunjung," terangnya.
Anak-anak sekolah atau wisatawan yang berkunjung bisa belajar bersama di Galeri Batik Rifaiyah. Tentang bagaimana proses pembuatan Batik Rifaiyah dari awal hingga akhir. Seperti nglowongi, isen-isen, hingga pewarnaan. Juga mengenal motif-motif Batik Rifaiyah. Seperti pelo ati, kupat lepet, romo gendong, dlorong, tambal, materos, dan lain sebagainya. Selanjutnya, bisa juga tour ke perkampungan warga yang memproduksi Batik Rifaiyah. "Pengunjung banyak dari luar kota," tandasnya. (yan/ida)