Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Teknologi Cerdas untuk Pengelolaan Sampah

Radar Semarang • Selasa, 24 Desember 2024 | 17:31 WIB
Skema pengelolaan sampah karya Wisnu Djati Sasmito dan Wahju Wibowo, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata
Skema pengelolaan sampah karya Wisnu Djati Sasmito dan Wahju Wibowo, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata

RADARSEMARANG.ID, SAMPAH dianggap sebagai masalah bagi lingkungan. Keberadaan sampah identik dengan pencemaran.

Ihwal masalah sampah terjadi sejak munculnya limbah dari proses manufacturing dalam industry.

Masalah menjadi lebih besar karena volumenya yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Pengelolaan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi di banyak wilayah, terutama di Kawasan urban.

Peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi, menjadi penyebab utama meningkatnya volume sampah. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Yoyok Sukawi Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Kota Semarang

Di era digital saat ini teknologi cerdas disinyalir mampu menjadi salah satu dukungan solusi.

Pengembangan teknologi digital dapat menciptakan peluang bagi sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien dan berkelanjutan.

Kemampuanan konektiffitas melalui teknologi jarigan seperti Internet of Thing (IoT) dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyediaan informasi secara real time.

Pengembangan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI), dapat dimanfaatkan untuk memantau, menganalisis, dan mengoptimalkan pengelolaan sampah.

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi sensor pintar. Teknologin sensor pintar ini mampu mendeteksi lokasi, volume dan bahkan jenis sampah disuatu tempat.

Data real time dari sensor pintar dapat digunakan untuk mengambil keputusan kapan tempat sampah harus dikosongkan dan rute yang efektif untuk proses pengambilan sampah.

Disamping itu teknologi ini dapat mendeteksi kebutuhan penanganan darurat sampah akibat adanya event-event tertentu yang membuat lonjakan volume sampah.

Teknologi seperti ini akan membantu menentukan waktu yang tepat dan rute pengangkutan yang terkoordinasi sehingga mengurangi biaya operasional.

Bagaimana dengan peran masyarakat dalam model-model pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sampah?

Koneksitas masyarakat dalam teknologi digital mestinya dapat menjadi peluang bagi partisipasi publik.

Aplikasi mobile seperti bank sampah adalah salah satu cara untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari hulu-nya.

Pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat merupakan bagian kritis bagi efektivitas pengelolaan sampah.

Sekaligus proses pemilahan sampah ini akan menjadi indikator tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Baca Juga: Inovasi E-Health Education Berbasis IoT dalam Revitalisasi Posyandu Remaja: Mencegah Kehamilan Dini dan Stunting di Dusun Gempol

Pertanyaannya, mengapa aplikasi bank sampah dibanyak tempat tidak menunjukkan hasil yang baik?

Apakah karena alasan nilai ekonomi atau karena kesadaran masyarakat yang kurang?

Bisa jadi kedua alasan itu memberikan kontribusi. Namun dalam konteks teknologi, digitalisasi pengelolaan sampah sangat mungkin dilakukan.

Aplikasi ini dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk berkeluh kesah tentang sampah.

Aplikasi ini juga dapat menjadi tempat bagi pemerintah untuk menyebarkan informasi tentang kebijakan pengelolaan sampah.

Sekaligus aplikasi ini juga sangat efektif untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan dengan mengelola sampah secara benar.

Komunikasi antara pemerintah sebagai pengambil kebijakan dengan masyarakat sebagai pelakunya, dapat dilakukan secara intensif dan berkekelanjutan dengan teknolgi digital.

Di Singapura, misalnya, aplikasi "MyWaste" memfasilitasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilahan sampah dengan memberikan informasi terkait sampah yang dapat didaur ulang dan proses pembuangannya.

Artinya teknologi digital tidak hanya terkait dengan informasi dari public kepada pengelola sampah tetapi juga informasi dari pemerintah terhadap pengelolaan sampah yang efektif.

Informasi yang digaungkan pemerintah juga dapat menjadi salah satu sarana untuk menggugah kesadaran masyarakat.

Karena pada dasarnya kesadaran hanya dapat terbentuk jika masyarakat mempunyai pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang benar untuk merawat lingkungan.   

Proses daur ulang sampah mempunyai masalah tersendiri, terutama dalam proses pemilahan sampah yang akurat.

Ekonomi sirkular yang digembar-gemborkan sebagai bentuk ekonomi yang ramah lingkungan, diharapkan dapat menjadi bentuk pola produksi manufacturing yang dirujuk saat ini dan dimasa depan.

Baca Juga: Upaya Tingkatkan Capaian Target Retribusi, DLH Kota Semarang Luncurkan Aplikasi Go Sampah

Konsep zero waste yang ditekankan dalam ekonomi sirkular menjadi senjata ampuh bagi kesadaran lingkungan.

Namun konsep ini hanya bisa terwujud, jika terbentuk partisipasi aktif dari seluruh kalangan, baik pemerintah, pengusaha maupun masyarakat.

Teknologi cerdas yang berbasis IoT, dengan memanfaatkan sensor cerdas dapat memberikan dukungan pada ekonomi sirkular.

Teknologi sensor ini, sekarang telah dikembangkan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebaran sampah yang di hasilkan oleh sebuah pabrikan, terutama sampah yang tidak mudah terurai seperti sampah plastik.

Teknologi ini memungkinan pabrikan penghasil sampah plastik, dapat mengidentifikasi penyebaran sampah plastiknya ke wilayah mana saja, berapa banyak yang didaur ulang, berapa banyak yang dimanfaatkan kembali.

Artinya teknologi digital mampu memberikan peluang bagi masyarakat untuk menuntut tanggung jawab pabrikan penghasil sampah kemasan plastic untuk mengelola sampah plastiknya.

Seperti pabrikan air dalam kemasan yang menggunakan galon sekali pakai. Mereka harus menyediakan fasilitas bagi pengumpulan kembali sampah galon yang dihasilkan.

Mereka juga harus mampu mengidentifikasi berapa banyak sampah plastic yang terdistribusi dimasyarakat, berapa banyak yang digunakan kembali dan berapa banyak yang didaur ulang serta berapa banyak yang terbuang dan tidak teridentifikasi sehingga menjadi sumber pencemaran bagi lingkungan.

Pengelolaan sampah menjadi bagian penting dari issue lingkungan hidup.

Teknologi digital menawarkan daya dukung bagi solusi pengelolaan sampah.

Namun daya dukung ini hanya akan efektif jika terbentuk kesadaran dan keterlibatan dari seluruh pihak secara luas.

Kita harus berani untuk memanfaatkan daya dukung ini secara terintegrasi. Pemerintah harus menyediakan layanan digital bagi pengelolaan sampah yang efektif dan menciptakan aplikasi pendukungnya bagi masyarakat.

Perusahaan sendiri harus mulai bertanggungjawab terhadap kontribusi sampah kemasan plastic yang dihasilkan.

Masing-masing mempunyai peran dan biarkan teknologi digital yang akan semakin memungkinkan peran itu berkontribusi.

Selebihnya akan tergantung pada kesadaran kita untuk merawat bumi kita tercinta.

Penulis: Wisnu Djati Sasmito, Wahju Wibowo

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata

Editor : Tasropi
#internet of thing #Wisnu Djati Sasmito #pengelolaan sampah #Wahju Wibowo #Teknologi Digital