RADARSEMARANG.ID, Kalau belum melupakan masa lalu, ya jangan melangkah lebih jauh. Takutnya akan berpengaruh pada hubungan yang sedang terjalin.
Seperti yang dialami Lady Sandi kali ini. Suaminya, John Dori, belum bisa move on dengan mantan pacarnya. Lady hanya dijadikan pelampiasan.
Padahal, dulu janjinya sudah lupakan mantan. Sudah nggak cinta, sudah nggak sayang. Nyatanya, lain di mulut, lain di hati. Bodohnya lagi Lady tertipu bujuk rayu suaminya.
Ujung-ujungnya ya gini. Mereka telanjur membina hubungan rumah tangga. Pernikahan sudah jalan enam tahun.
Anak sudah dua. Tapi tetap saja hati tak bisa berbohong. Lady tak bisa menerima kekurangan suaminya yang belum bisa berdamai dengan masa lalu.
Setiap ada masalah, John pasti membandingkan istrinya dengan Pretty, mantan pacarnya.
Sekali, dua kali, tak apa. Tapi ini terus-terusan. Pernikahan mereka pun ambyar. Berakhir di meja hijau Pengadilan.
“Bilangnya sudah move on, ternyata ngapusi,” ungkap Lady.
Ibu dua anak ini mengaku pernikahannya dengan John menjadi kesalahan terbesarnya. Mungkin juga karena sudah kebelet nikah.
Tanpa pikir panjang Lady menerima pinangan John yang saat baru saja ia kenal.
“Dulu cerita pacarnya siapa, putus karena apa. Karena ditinggal pacarnya akhirnya putus,” bebernya.
Karena sama-sama sudah berumur, keduanya memutuskan untuk menikah. Baru juga berjalan tiga bulan, sifat asli John kelihatan.
Suaminya berubah, selalu membandingkannya dengan Pretty. Dari segi penampilan hingga rasa masakan.
“Ya jelas beda lah, capek dibanding-bandingin terus,” tegasnya.
Lama-lama ia makan hati. Suaminya tak bisa diajak kompromi. Merasa tak nyaman, Lady memilih untuk bubaran. Kini mereka masih menjalani sidang di Pengadilan Agama.
“Sini cintanya beneran, malah jadi pelampiasan. Ya wis karuan bubaran, toh saya juga masih laku,” tandasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi