Tahun lalu, tanggul di Kawasan Industri PT Lamicitra, kompleks Pelabuhan Tanjung Emas pernah jebol hingga merendam sejumlah pabrik, beberapa waktu lalu. Bahkan, pabrik sampai menghentikan operasional hingga beberapa hari.
Namun rupanya kabar tersebut tidak benar. Tembok yang jebol kemarin bukan tanggul yang sudah diperbaiki pada 2022 silam. Melainkan tembok pembatas antara PT Indonesia Power dengan Kawasan Industri PT Lamicitra.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (14/5), puluhan pekerja dari PT Indonesia Power tampak bergotong royong memperbaiki tembok pembatas yang runtuh tersebut. Perbaikan tembok sepanjang 40 meter itu diharapkan selesai pada bulan ini.
(NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-426921" />
SUDAH KOKOH: Tanggul di Kawasan Industri PT Lamicitra yang dulu jebol sudah dibangun berlapis oleh BBWS pada 2022.
(NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Manajer Administrasi PT Indonesia Power Ubaidillah mengungkapkan, kabar adanya tanggul jebol itu cukup mengagetkan pihaknya. Pasalnya, diinformasikan kalau tanggul jebol milik PT Indonesia Power yang berhubungan langsung dengan laut. Namun fakta di lapangan, tembok yang runtuh itu bukan tanggul yang dimaksud.
"Tanggul di Lamicitra yang sudah dibangun berlapis oleh BBWS tahun 2022 lalu,” katanya sambil menunjukkan tanggul yang dimaksud.
Sedangkan tembok yang kemarin jebol, lanjut dia, merupakan pembatas PT Indonesia Power dengan PT Glory Kawasan Lamicitra. Berjarak sekitar 100 meter dari tanggul Lamicitra yang telah dibangun.
Selain itu, lanjut dia, tembok itu bukan tanggul yang langsung ke laut, dan jebol lantaran dimakan usia. "Sudah dibangun sejak 1995. Ditambah rob yang cukup tinggi, sehingga rapuh dan roboh," jelasnya.
"Yang berhubungan dengan laut ini, tanggul punyanya Lamicitra. Kalau tembok punya kami roboh karena rob setinggi 15 sentimeter. Saat ini, kami sudah memantau, hasilnya tidak berpengaruh dengan banjir rob," katanya.
Kanit Patroli Polsek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Iptu Dadi Susilo mengimbau agar masyarakat tidak langsung percaya dengan berita hoaks.
"Itu tidak benar, tembok pembatas tanggul Lamicitra tidak jebol. Yang jebol itu bangunan lama," tegasnya.
Ia menambahkan, para karyawan di Pelabuhan Tanjung Emas bisa bekerja seperti biasa mulai hari ini. Karena situasi di Pelabuhan Tanjung Emas aman.
"Berita yang kemarin itu adalah kejadian tahun lalu yang diputar lagi," tandasnya. (fgr/aro)
Editor : Agus AP