Setiap speedboad dinaiki empat sampai lima warga. Salah satu speedboat membawa tumpeng nasi. Namanya Sego Golong. Tumpeng lengkap dengan gudangan, ayam ingkung, degan hijau, snack jajan pasar, jeruk, pisang, semangka, dan jambu. Tumpeng diletakkan di atas tampah, dan siap dilarung di tengah Waduk Jatibarang.
Acara larungan warga Talun Kacang RW 03 Kelurahan Kandri ini berlangsung dengan khidmat. Diawali dengan sambutan Camat Gunungpati Sabar Trimulyono, sambutan Ketua Pokdarwis, dan doa bersama. Setelah itu, warga bersiap melarung Sego Golong.
Gunungan nasi itu digotong empat orang yang dipimpin Camat Gunungpati Sabar Trimulyono. Warga mengikuti di belakangnya diiringi salawat menuju atas speedboat.
Setelah itu, tumpeng nasi dibawa memutari Waduk Jatibarang sebanyak satu kali. Ada 22 perahu speedboat yang ikut berkeliling. Sampai di tengah waduk, gunungan nasi dilarung, sedangkan warga makan bersama di dermaga.
Salah satu warga, Muslikah, mengaku senang dengan acara larungan tersebut. Ia mengajak dua anaknya mengambil jajan pasar saat makan bersama. "Semoga kampung kami tambah maju, tambah ramai, dan terbaik untuk warga," harapnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur, Mahjuri, mengungkapkan, tradisi larungan digelar setiap tahun menjelang Ramadan. Larungan merupakan wujud syukur warga selama satu tahun mendapatkan limpahan rezeki dan kesehatan. "Dulunya waduk ini sawah, setelah jadi waduk kita adakan larungan," katanya.
Dijelaskan, Sego Golong yang dikelilingi ayam ingkung, jajan pasar, lauk pauk dan lainnya menggambarkan persatuan warga yang semakin erat. Satu kali keliling waduk seluas 97 hektare itu merupakan permintaan leluhur yang harus dilewati.
"Larungan ini digelar setiap setahun sekali, tepatnya pada Kamis Legi Bulan Ruwah atau Sya'ban. Harapannya, rezekinya semakin berkah," katanya didampingi Lurah Kandri Mutmainah.
Mutmainah menambahkan, kegiatan larungan ini bisa menarik wisatawan datang ke Kandri. Karena kegiatan larungan merupakan kalender tetap warga Kandri. "Ini merupakan daya tarik, selain wisata air juga wisata tradisi," tuturnya.
Camat Gunungpati Sabar Trimulyono mengungkapkan, selain menjadi wujud syukur warga, tradisi larungan ini juga untuk memperingati hari ulang tahun ke delapan Pokdarwis Soko Makmur.
"Dulunya tempat ini cekungan, sawahnya dijadikan penampungan air. Masyarakat sini tetap nguri-uri budaya, selain wisata perahu," katanya.
Ke depan, pihaknya akan meningkatkan dan memperbaiki agar menjadi agenda rutin tahunan. "Ini wajib sifatnya agar menjadi daya tarik," ujarnya. (fgr/aro) Editor : Agus AP