Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, sungai yang rencananya bakal dinormalisasi oleh Kementerian PUPR ini mulai penuh sekitar pukul 16.00. Arus air yang deras mengikis tanggul hingga jebol.
Yanto, warga sekitar menjelaskan, banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 18.00 tepat saat adzan Magrib berkumandang. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata banjir terjadi karena ada tanggul jebol dengan panjang sekitar 2 meter "Tanggulnya tergerus air dari bawah hingga jebol,” katanya.
Ketinggian air di jalan dan permukiman warga, lanjut dia, hanya selutut orang dewasa. Namun arus yang deras dan curah hujan yang masih tinggi, membuat warga merasa waswas.
"Sudah mulai surut, karena kebetulan permukiman warga dekat dengan sawah, air langsung masuk ke sawah," bebernya.
Lurah Mangkang Kulon Sugiarti menjelaskan, banjir di wilayahnya terjadi di RT 1 RW 1. Total warga yang terdampak sekitar 20 rumah.
"Ada sekitar 20 rumah yang terdampak, saat ini Alhamdulillah banjir sudah surut," tutur dia.
Menurutnya, tanggul yang rusak mendesak diperbaiki. Dikarenakan curah hujan beberapa hari ke depan diprediksi masih tinggi."Harapan kami segera ditambal, karena curah hujan masih tinggi," harapnya.
Pihaknya sudah melaporkan bencana banjir tersebut ke pihak kecamatan dan dinas terkait. Warga dibantu sejumlah relawan kemarin langsung membersihkan rumah warga dan material banjir yang tersisa berupa lumpur dan sampah. "Ini kita langsung lakukan pembersihan, dibantu relawan," katanya.
Camat Tugu Pranyoto menjelaskan, Sungai Plumbon memang membutuhkan normalisasi, apalagi banyak tanggul yang rawan jebol.
"Beberapa titik tanggul memang rawan jebol. Sungai Plumbon membelah Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo. Kedua wilayah ini rawan banjir," ujarnya. (den/aro) Editor : Agus AP