Sub Koordinator Urusan Pelestarian Museum Ranggawarsita Laela Nur Hidayati Dewi menjelaskan, enam bulan terakhir jumlah wisatawan sangat luar biasa. "Karena mereka dua tahun sebelumnya tak bisa kemana-mana karena pandemi Covid-19. Saat ini berbondong-bondong datang menikmati wisata," ujarnya.
Pihaknya menghitung per minggu dan per bulan, sehingga bisa dilihat perkembangannya. "Banyak peningkatannya. Bulan Juni saja ada lebih 10 ribu pengunjung," jelasnya.
Apalagi pihaknya berupaya melakukan beragam inovasi program untuk meningkatkan daya tarik museum. Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya menggelar pameran tematik logam. "Sebelumnya Kabupaten Blitar menghibahkan lebih dari 300 barang ke museum tahun 2021 lalu. Ini masih ditata, ada foto dan lukisan keramik," ujarnya.
Salah satu siswa SMPN 1 Boja, Delima, merasa kagum dengan barang-barang di museum. Menurutnya, belajar di museum sangat mengedukasi. "Kembali mengingatkan pada zaman dulu," katanya bersama empat temannya.
Sedangkan Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Anang Yuli Ariadi menjelaskan, pihaknya memiliki program pengiriman siswa ke museum. "Karena Kendal belum memiliki museum, kita pilih ke sini," jelasnya.
Pihaknya memberangkatkan 88 siswa dan guru dari berbagai sekolah. Pihaknya memberangkatkan SMPN 1 Boja, SMPN 2 Boja, SMPN 1 Limbangan, SMPN 2 Limbangan, SMPN 1 Singorojo, SMPN 2 Singorojo, SMP Muhammadiyah 2 Boja, dan SMP Taman Siswa Boja.
Ia berharap setelah mengunjungi museum, siswa dapat membuat laporan dan meningkatkan pengetahuan tentang museum. "Tadi ada penjelasan dari pihak museum. Setelah ini kami berkeliling museum. Di sini koleksinya lengkap dan bersih," ujarnya. (fgr/ida) Editor : Agus AP