Kegiatan ini melibatkan personel lintas instansi. Di antaranya, Lanumad Ahmad Yani Semarang, OTBAN III Wilayah Surabaya, Airnav Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Kegiatan ini juga untuk memantapkan sistem komunikasi, koordinasi dan komando saat terjadi keadaan darurat.
“Meski dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kami tetap harus melaksanakan simulasi penanggulangan keadaan darurat, sehingga semua personel siap jika sewaktu-waktu menghadapi keadaan darurat,” kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Hardi Ariyanto.
Kegiatan disimulasikan menggunakan miniatur mobil serta perlengkapan lainnya. Ada dua skenario yang digunakan pada simulasi penanganan keadaan darurat. Yakni skenario siaga dua atau kondisi full emergency. Skenario itu menjadi simulasi saat pesawat mengalami kerusakan hydrolik sistem saat akan mendarat. Skenario kedua yakni keadaan siaga tiga atau kondisi aircraft accident. Yaitu simulasi pada saat pesawat mengalami kecelakaan di areal bandara.
“Melalui dua skenario simulasi ini, kami ingin melakukan evaluasi kesiapan seluruh instansi pada saat menghadapi keadaan darurat,” ungkapnya.
Tak hanya memanfaatkan miniatur mobil. Simulasi juga menggunakan video yang dilengkapi dengan narasi. Sehingga semua pihak yang terlibat memiliki gambaran tentang alur komunikasi, koordinasi, serta langkah yang harus diambil pada saat terjadi keadaan darurat.
“Itu hal utamanya, sebagai keamanan dan keselamatan saat penerbangan,” tambah Hardi. (dev/zal) Editor : Agus AP